YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) menggelar Diskusi Publik dengan tema 'Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Membangun SDM dan Wirausaha Unggul dalam Rangka Redesain USO', Selasa (12/11/2019) bertempat di Hotel Pandanaran Yogyakarta.
Pada diskusi publik hasil kerjasama kemitraan Komisi I DPR RI dengan Bakti Kominfo kali ini menghadirkan pembicara: Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta; Staf Ahli Menteri Kominfo, Gun Gun Siswadi; dan perwakilan Pengusaha Muda Online, Anom Adi Nugraha.
Dikatakan Sukamta, gadget pada jaman dahulu hanya dijadikan sebagai pelarian, berbalik dengan anak jaman sekarang, yang melakukan pelariannya akibat gadget. “Jaman dulu sekitar 20 tahun yang lalu orang menggunakan gadgetnya sebagai pelarian dari penatnya aktivitas kesehariannya, tetapi anak sekarang melepas penatnya kebanyakan dengan pergi ke hutan atau gunung karena penat dengan gadget yang digunakannya,” kata dia.
Hal itu lanjut Sukamta tidak bisa dipungkiri karena semua itu seiring dengan kemajuan teknologi, terlebih saat ini memasuki revolusi industri 4.0 dimana sekarang semua orang harus siap menghadapi era digital.
Ditambahkan Sukamta, saat ini (era digital) bisa digunakan sebagai pemasukan omset bagi para wirausaha. “Saat ini pemerintah sedang mengusahakan di seluruh wilayah Indonesia dapat terjangkau internet untuk membantu UMKM yang ada,” tambahnya.
Saat ini menurut survei yang ada, sebut Sukamta, ada peningkatan 100 persen yang dirasakan pelaku UMKM dengan menggunakan teknologi digital (internet) melalui platform instagram, twitter dan sebagainya.
Gun Gun Siswadi pada kesempatan itu menyampaikan transformasi di era digital dan keberadaan masyarakat Indonesia di era tersebut.
“Aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan saat ini telah terjadi pergeseran pola fikir, pola sikap dan pola tindakan masyarakat dalam akses dan distribusikan informasi,” paparnya.
Karenanya, menurut Gun Gun, masyarakat Indonesia akan semakin mudah dalam mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang menawarkan inovasi fitur dari medium komunikasi yang kian interaktif.
Sementara itu, Anom Adi Nugroho menjelaskan, digital disruption dimana kita?, saat ini menurut dia berdasarkan survei tahun 2018 penetrasi pengguna internet 171,17 juta jiwa. “Dari total populasi penduduk Indonesia 264, 16 juta orang,” jelasnya.
Secara infografis dari data survei, penggunaan internet lebih dari 3 jam ada 14,1 persen, lebih dari 2 jam ada 13,4 persen, dan lebih dari 1 jam ada 13 persen.
Saat ini pula, terjadi perpindahan kebiasaan berbelanja, yang tadinya berbelanja di Ramayan kini beralih ke tokopedia, yang tadinya menggunakan moda transportasi offline kini beralih ke transportasi online.
“Dampaknya bermunculan pekerjaan-pekerjaan baru, peluang bisnis milenial, seperti customer service online, advertiser, web/apps developer, content writer online, admin online, dan freelancer,” kata dia. (cdr)
