YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Atas meninggalnya Tamam bin Arsyad, WNI yang telah tinggal tetap di Malaysia saat mengantri Paspor di kedutaan akibat serangan jantung sebagaimana dijelaskan oleh KBRI, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum.
“Posisi almarhum yang sedang mengantri mengurus paspor tentu menjadi perhatian banyak pihak. Meski ada penjelasan KBRI bahwa almarhum punya riwayat penyakit jantung dan saat kejadian tidak dalam kondisi berdesak-desakan, hal ini tetap perlu menjadi bahan evaluasi bagi KBRI untuk meningkatkan kualitas layanan. Bagaimanapun 1 nyawa WNI tidak ternilai harganya, tugas negara untuk melindunginya,” jelas Sukamta, Sabtu (2/11/2019) dalam siaran pers tertulisnya yang diterima benas.id.
Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam ini lebih lanjut menyampaikan bahwa masih adanya antrian dalam pengurusan paspor menunjukkan sistem online yang dibuat belum berjalan dengan optimal. Sementara di lokasi antrian paspor nampaknya belum disediakan layanan medis yang memadai untuk mengantisipasi kejadian seperti yang menimpa almarhum.
Sukamta lebih lanjut memandang perlu adanya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan di KBRI. Pertama, di negara asing dengan populasi WNI yang besar sangat perlu untuk menambah jumlah loket layanan untuk memastikan tidak ada antrian panjang. Kedua, KBRI perlu memperkuat sosialisasi dan edukasi layanan online yang telah dibuat. Ketiga, perlu adanya protap untuk mengantisipasi kejadian khusus seperti kejadian almarhum Tamam bin Arsyad sehingga lebih cepat tertangani.
“Upaya peningkatan kualitas layanan KBRI tentu akan berkonsekuensi kepada penambahan SDM dan juga biaya, hal ini perlu menjadi perhatian Kemenlu. KBRI merupakan etalase Indonesia di luar negeri, tentu perlu terus ditingkatkan kualitasnya layanannya,” jelas Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini. (*/cdr)
