SLEMAN, BERNAS.ID – Dalam rangka menyambut Pilkada tahun 2020, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) Universitas AMIKOM Yogyakarta mengadakan seminar publik dengan mengangkat tema ?Kaum Muda Menyambut Pilkada, Optimis atau Pesimis?? Seminar ini dilaksanakan pada hari Rabu (18/12/2019), di Ruang Citra 2 Universitas AMIKOM Yogyakarta. Dalam seminar ini, menghadirkan Ketua KPU DIY, yakni Hamdan Kurniawan dan Muhammad Zuhdan S.IP, M.A, dosen Ilmu Pemerintahan di Universitas AMIKOM Yogyakarta, sebagai narasumber.
Seminar ini dibuka untuk umum, sehingga tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta, tetapi juga dari universitas lain di Yogyakarta. Topik yang diangkat dalam seminar ini adalah keterlibatan anak muda dalam menyambut pilkada pada tahun 2020 mendatang. Dalam seminar ini, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, menegaskan bahwa KPU bertanggung jawab untuk mewujudkan pemilihan berintegritas.
?Peran KPU dalam Pemilihan tidak sekedar sebagai event organizer yang menyelenggarakan Pemilihan, namun melalui kewenangannya memiliki komitmen dan kebijakan untuk mewujudkan Pemilihan berintegritas,? ujarnya.
Dalam mewujudkan pemilihan berintegritas ini diperlukan upaya-upaya dalam pelaksanaannya, seperti menerapkan peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan tentunya butuh keterlibatan anak-anak muda. Anak-anak muda dapat terlibat sebagai penyelenggara pemilu, pemantau jalannya pemilu, menjadi peserta pemilu, dapat bergabung dengan lembaga survey hitung cepat, dan sebagai pengamat yang dapat memberikan masukan terhadap regulasi yang menjadi rule of the game pemilihan.
Hamdan Kurniawan, selaku Ketua KPU DIY, juga mengajak anak muda untuk berpartisipasi dalam menyambut pilkada tahun 2020.
?Anak-anak muda harus optimis dalam menyambut pemilihan, karena ini adalah kedaulatan rakyat yang diberikan langsung kepada masing-masing person, dan sekurang-kurangnya partisipasi dari anak muda adalah datang sebagai pemilih,? jelasnya.
Dengan keterlibatan anak muda dalam pemilihan, salah satunya Pilkada pada tahun 2020, maka akan berdampak pada keberhasilan pemilihan, yang mana akan berdampak besar pula terhadap kualitas negara itu sendiri. Dalam seminar ini, Muhammad Zuhdan S.IP, M.A, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas AMIKOM, juga menjelaskan meningkatnya jumlah pemilih dari kalangan anak muda atau milenial pada tahun 2019.
?Pada tahun 2019, jumlah pemilih pada pemilu 2019 berkisar 81 persen dan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dari tahun pemilu 2014. 30 persen dari pemilih pemilu 2019 merupakan kaum milenial,? terangnya.
Tentu saja meningkatnya partisipasi pemilih dalam pemilihan sangat membantu jalannya pemilu, terlebih lagi partisipasi dari kaum muda sangat dibutuhkan. Kontribusi kaum muda menjadi penting untuk kehidupan bangsa di masa depan.
(Dian Lauis Devita Z, Arif Nur Salim, Danang Cahya S, Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan PBSI, Universitas Negeri Yogyakarta)
