GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, H.Subardi, S.H, M.H melakukan senam bersama warga di Balai Desa Wonosari. Setelah itu, Mbah Bardi (sapaan akrab Subardi-Red) melepas kurang lebih 70 orang warga dalam jalan sehat menuju Pasar Ekologi Argowijil yang diadakan oleh Karang Taruna Gumbangmas, Ngeposari, Gunungkidul.
Pasar Ekologi Argowijil merupakan pasar mingguan yang di dalamnya menjual beranekaragam kudapan tradisional Gunungkidul, seperti nasi jagung, tiwul, jadah, sego pecel.
Jalan sehat dan senam bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Gumbangmas dalam rangka menyambut Tahun Baru 2020.
“Pasar ekologi Argowijil kita semua menikmati kuliner makanan tradisional peninggalan nenek moyang kita, budaya nenek moyang kita itu sehat karena diambil dari lingkungan kita, dari pepohonan tumbuh-tumbuhan. Tidak ada yang ekspor. Hal seperti ini perlu kita syukuri dan harus kita lestarikan, pasar seperti ini harus kita kembangkan. Kita gaungkan tidak hanya untuk wilayah di sekitar kita, namun melalui media sosial dan media, sehingga tempat ini bisa dikunjungi oleh orang-orang luar, bukan hanya oleh warga wonosari namun juga oleh orang-orang di luar gunung kidul. Kalau pengunjungnya banyak, maka yang jualan laris. Kalau laris dapat rezeki, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar sini. Untuk kita bisa memasarkan ke luar wilayah kita,” ujar Mbah Bardi dalam sambutannya, Minggu (29/12/2019).
Selain itu, dia juga berpesan, agar dapat menjaga keberihan, dan penampilan, baik dari penjual dan produk yang dijual. “Tidak kumuh sampah. Mungkin pelastik itu bagus, tapi itu racun. Saya tadi pagi beli nasi tiwul jadah, dan piringnya pakai daun jati, kalau daun jati sudah tidak terpakai jadi sampah itu nanti bisa jadi pupuk. Kalau pakainya pelastik itu jadi limbah, maka lestarikan ini semua menggunakan produk lokal yang ada di kita yang lebih organik,” kata Mbah Bardi.
Untuk penjual dia berpesan harus ramah kepada pembeli, serta harganya disamakan antara pembeli dari luar Gunungkidul dan orang Gunungkidul, itu namanya konsisten dalam berdagang.
“Jika itu semua kita lakukan insya Allah akan banyak yang hadir. Satu hal lagi yang penting adalah sambungan internet. Tadi saya bicara denga pak lurah kita di sini masih butuh jaringan internet yang kuat, anak muda saat ini yang suka duduk di café sukanya internetan,” tambah dia.
Sehingga jika itu tumbuh, sambung Mbah Bardi, kulinernya berkembang, banyak pengunjung, masyarakat bisa sejahtera secara ekonomi dan sosial. “Maka kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada masyarakat, titip ini dikelola dan dikembangkan sebaik-baiknya,” kata Politisi Partai NasDem ini.
Kedepannya, Mbah Bardi berharap pasar ini dapat ditata untuk bisa digunakan sebagai tempat senam bersama, galakan promosi media sosial, supaya wisatawan sebelum ke daerah-daerah wisata di sekitaran Gunungkidul, sarapannya ke sini. “Untuk itu harus ada event yang menarik, harus dipromosikan melalui media-media yang ada,” paparnya.
Selanjutnya Mbah Bardi menuju Gunung Krambil, Siderojo, Ponjong, Gunungkidul untuk mengunjungi Tlogo Sumber Temon, Tegalrejo untuk menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Kepala Desa untuk membuat sebuah Pasar Kerakyatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki misalnya telaga dan sumber produksinya seperti ikan dan udang, tanah, serta sumber mata air sehingga akan meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Dilanjutkan dengan melihat Gunung Moah Rest Area Jalan Nasional dan akan dikemas juga sebagai spot foto para wisatawan. (cdr)
