JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi menyebutkan keputusan AS yang mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang akan berpengaruh pada countervailing duty. Efeknya akan ada bea masuk impor tambahan pada produk impor tertentu.
“Pada dasarnya keputusan ini bersinggungan dengan tugas pengawasan di Komisi VI DPR yang mengawasi urusan perdagangan dan perindustrian. Tetapi solusi yang kita harapkan ada peningkatan ekspor. Ini penting untuk meningkatkan daya saing komuditas RI, sekaligus dapat menekan defisit neraca perdagangan yang banyak dipengaruhi impor,” kata Subardi, Selasa (25/2/2020) ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Solusi ini sambung Subardi, membutuhkan sinergi antar kementerian terutama perdagangan dan perindustrian. Sinergi bisa memprioritaskan relaksasi aturan ekspor. Bila perlu memperkuat jaringan bilateral.
“Kita tidak ingin efek perdagangan internasional menambah beban keuangan pemerintah. Bagaimanapun pemerintah punya Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2020-2024 yang membutuhkan suntikan modal dari pinjaman luar negeri,” pungkas Politisi Partai NasDem asal Yogyakarta ini. (cdr)
