YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19) di Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya sangat mempengaruhi pergerakan bisnis di dunia event organizer.
Tidak hanya Event Organizer yang mengalami kerugian, tapi Wedding Organizer pun sama, karena banyak sekali pasangan yang sudah mempersiapkan segalanya, akhirnya acara pernikahannya diundur sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
“Event di mall-mall juga diundur semua, bahkan event-event dari kementerian juga sebagian besar ada pengunduran. Ya walaupun masih ada beberapa yang bandel tetap menyelenggarakan acaranya, seperti dari event pemerintahan, olahraga, dan sedikit dari swasta. Tapi mungkin itu yang telah mendapatkan ijin dari kepolisian sebelum wabah corona menyebar di Indonesia (Jogja khususnya),” ujar Bekti JavaPro, salah satu penggiat EO di Yogyakarta, saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Jumat (20/3/2020).
Ditambahkan Bekti, memang semua ini merupakan suatu resiko Force Major atau hal diluar kemampuan manusia yang tidak bisa dihindari, kerugian yang dideritanya pun beragam tergantung besaran acaranya itu sendiri. “Kerugian tidak bisa dipukul rata, tergantung besarnya event masing-masing. Tapi postpone/penundaan itu rata-rata tidak akan hilang pengeluaran awal yang telah dikeluarkan, misal DP artis, DP gedung dan peralatan lain, masih dapat digunakan untuk jadwal berikutnya. Kerugian hanya dari dana yang mandeg dan penghasilan yang mandeg,” paparnya.
Bekti berharap paska selesainya wabah Covid-19, event-event di Tanah Air dan khususnya di Yogyakarta akan merebak dengan cepat selama semua pihak mematuhi penerapan social distancing. Termasuk lanjut Bekti, teman-teman EO juga bisa menahan diri agar tidak memaksakan menyelenggarakan event dengan alasan sedikit orang atau event olahraga dan apapun eventnya.
“Dengan kita melakukan social distancing harapannya semoga secepatnya peredaran wabah corona bisa dihentikan, dan semua dengan cepat kembali normal. Jadi kita dapat berjuang kembali bersama menggeliatkan event-event di Kota Yogyakarta khususnya,” pungkasnya. (cdr)
