SLEMAN, BERNAS.ID – Hari ini, Senin 9 Maret 2020, berbagai elemen masyarakat dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) Yogyakarta akan menggelar rapat parlemen jalanan menolak RUU Omnibus Law Cipta Karya disepanjang Jalan Gejayan Yogyakarta.
Humas ARB, Kontra Tirano mengatakan, Pemerintah mengklaim RUU itu baik bagi UMKM dan buruh, namun hingga saat ini tidak ada sosialisasi yang jelas dan rinci. “Untuk itu kita turun ke jalan dan menolak serta mengagalkan Omnibus Law,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat DIY, Bambang Praswanto menilai tujuan RUU Omnibus Law itu sudah bagus, tetapi harus dibarengi dengan proses yang baik serta melibatkan seluruh stake holders dan rakyat kecil.
“Investasi itu penting tapi yang lebih penting adalah tujuan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat. Kemudahan berinvestasi tidak hanya yang besar, tetapi juga membero peluang besar kepada usaha kecil dan mikro yang berasal dari rakyat,” katanya.
Ditambahkan Bambang Praswanto, buruh, petani, nelayan, dan lainnya juga harus mendapat keuntungan dan kecukupan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. “Mempertahankan keserasian dan keberlanjutan SDA menjadi bagian dari kehidupan masa depan manusia. Maka harus dikelola dengan hati-hati dan arif serta bijaksana,” imbuhnya.
Dia juga meminta agar tujuan akhir dari adanya RUU Omnibus Law harus benar-benar diselaraskan dengan ideologi Pancasila dan makna pembukaan UUD Negara RI tahun 1945. “Ruang untuk masukan dan pengkritisan dalam penyempurnaannya harus terbuka lebar dan transparan untuk semua elemen rakyat,” pungkasnya. (cdr)
