YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menunggu bus Trans Jogja kini tak lagi khawatir bosan. Pasalnya, kini halte bus Trans Jogja yang berada di depan Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Yogyakarta (PEVITA) Jl Mayjend Sutoyo 32 telah dilengkapi dengan pojok baca. Sebuah rak kecil berisi majalah-majalah populer disediakan untuk anda yang sedang menunggu kedatangan bus ataupun sekadar transit seusai turun dari bus. Bermacam majalah populer dapat anda nikmati sembari duduk di bangku halte.
Inovasi yang baru dilahirkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta ini bernama Faliha (Fasilitas Literasi di Halte Trans Jogja). Fasilitas ini sengaja disediakan oleh Perpustakaan Kota Yogyakarta untuk memperluas layanan literasi, meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menambah kenyamanan penumpang bus Trans Jogja di shelter depan Pevita.
Penyediaan layanan pojok baca dari Perpustakaan Kota Yogyakarta telah menyasar di berbagai tempat ruang publik kota. Selain di lingkungan Perpustakaan Kota di Kotabaru maupun Pevita, juga tersedia di lokasi kerjasama dengan berbagai pihak. Ocamanisa (Pojok Baca di Perguruan Taman Siswa Yogyakarta), Doroti (Doa dan Iqro di Masjid untuk Peningkatan Literasi) di Masjid Diponegoro Komplek Balaikota Yogyakarta, Camelia (Pojok Baca di Gereja Mergangsan Untuk Meningkatkan Literasi). Total jumlah layanan pojok baca sebanyak 10 buah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, SE, MM menjelaskan bahwa Yogyakarta telah menyandang predikatnya sebagai sebagai kota budaya, kota pendidikan, dan juga kota pariwisata. Predikat merupakan representasi atas realitas yang ada di Kota Yogyakarta. Representasi atas realitas ini hendak ditunjukkan oleh Perpustakaan Kota Yogyakarta, salah satunya melalui upaya peningkatan literasi kepada masyarakat Kota Yogyakarta.
?Bidang pendidikan di Kota Yogyakarta diakui banyak pihak memiliki keunggulan yang berdaya tarik tinggi bagi orang-orang luar. Yogyakarta dipandang mampu memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi siapa saja yang hendak menuntut ilmu. Kota Yogyakarta telah memiliki rasa yang kuat terhadap nuansa pendidikan. Perpustakaan Kota Yogyakarta melalui berbagai inovasinya adalah bagian dari hal ini,? jelas Wahyu Hendratmoko di ruang kerjanya, Senin 9 Maret 2020. (*/cdr)
