MAGELANG, BERNAS.ID ? Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menghimbau masyarakat untuk tidak berlebihan ketika berbelanja kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H. Ini mengingat kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).
Hal itu diungkapkan Sigit disela-sela peninjauan langsung kesiapan Kota Magelang menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H ke sejumlah lokasi strategis. Sigit didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, beserta jajarannya dan pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Magelang.
“Berkaitan dengan pembelanjaan menjelang Idul Fitri 1441 H ini ya secukupnya saja, jangan berlebihan,” kata Sigit.
Sigit mengingatkan, di tengah wabah virus corona ini masyarakat juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer setelah transaksi belanja.
Sigit juga menilai kesiapan Kota Magelang sudah baik, semua berjalan tertib dan kondusif. Hal yang paling penting adalah penerapan protokol kesehatan yang juga sudah baik, meski sebelumnya beredar di media sosial kondisi pasar Rejowinangun belum teratur.
“Alhamdulillah dari apa yang kita lihat, semua berjalan tertib dan kondusif, juga sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Termasuk mengontrol yang kemarin sore sempat viral karena tidak teratur, parkiran membludak, dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Jadi seperti ini yang harus dipertahankan,” papar Sigit.
Sigit juga sempat melihat secara langsung kondisi harga sejumlah komoditas di pasaran, seperti bawang merah, daging ayam dan lainnya. Menurutnya, sejauh ini harga masih stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, yakni bawang merah yang semula Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
“Ya saya kira wajar karena kan saat-saat seperti ini semuanya kan perlu masak. Yang saya harapkan masyarakat tetap mengontrol belanjanya. Jangan berlebihan lah. Sesuai kebutuhan saja,” tandas Sigit.
Sigit juga berharap tahun ini tidak ada lagi peredaran daging sapi gelonggonan. Ia meminta pedagang untuk menjaga kualitas barangnya demi melindungi konsumen dan menjaga citra Kota Magelang sebagai Kota Jasa.
“Kualitas harus masuk. Apalagi kalau ada glonggongan, pasti akan saya proses. Saya juga sudah koordinasi ini tadi dengan Polres Magelang Kota,” pungkas Sigit. (*/cdr)
