YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Obyek wisata di Kota Yogyakarta termasuk hotel dan restoran sedang menyiapkan protokol lengkap untuk menyambut new normal.
Salah satunya adalah Taman Pintar Yogyakarta, obyek wisata andalan Kota Yogyakarta ini melakukan simulasi protokol kesehatan untuk menyambut new normal.
Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosdiana mengatakan, pihaknya telah mematangkan protokol kesehatan baru yang akan diterapkan bagi pengunjung Taman Pintar.
“Kami telah menyiapkan check point atau titik pemeriksaan di area Taman Pintar,” katanya, Kamis (25/6/2020).
Ia menjelaskan check point adalah titik-titik di area Taman Pintar yang akan dijaga oleh petugas. Petugas di check point tersebut akan mengatur pengunjung yang melintas agar tidak terjadi penumpukan.
“Check point ini adalah titik-titik yang diperkirakan akan terjadi penumpukan pengunjung. Petugas akan mengingatkan untuk menjaga jarak antar pengunjung/kelompok,” ujarnya.
Selain menjaga jarak, petugas akan mengingatkan kepada pengunjung untuk wajib mengenakan masker. Dalam kesempatan tersebut Taman Pintar melakukan simulasi dari saat pengunjung pertama kali masuk. Pertama pengunjung akan dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermogun.
Kemudian pengunjung diwajibkan menscan QR Code yang sudah di sediakan. Setelah scan pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan.
“Kami juga melakukan simulasi di loket pembayaran. Yang mana pembayaran di Taman Pintar sudah dapat dilakukan dengan non tunai,” jelasnya.
Tak hanya itu, Taman pintar juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap alat peraga yang banyak disentuh.
“Terkait dengan alat peraga yang banyak disentuh, kami mencoba mengantisipasinya dengan meletakkan hand sanitizer dan beberapa pemandu, diharapkan setelah anak-anak selesai menggunakan alat peraga, bisa langsung menggunakan hand sanitizer tersebut,” terangnya.
Ketika ditanya mengenai pembatasan pengunjung pihaknya mengatakan Taman Pintar mempunyai beberapa model, model pertama adalah pembatasan pengunjung perwahana.
“Kemudian ada juga pembatasan model kelompok pengunjung, jadi misalnya satu keluarga ada lima orang biarkanlah mereka satu keluarga masuk terlebih dahulu, ketika mereka sudah melewati zona tersebut, petugas akan koordinasi dengan petugas di cek poin selanjutnya untuk memasukan pengunjung lainnya,” tambahnya
Model selanjutnya adalah ketika pengunjung sudah terlalu lama di satu wahana, maka akan ada petugas yang akan meminta pengunjung tersebut melanjutkan ke zona selanjutnya agar tidak terjadi penumpukan disalah satu zona.
Untuk pembatasan usia anak-anak, Taman Pintar juga akan mengontrol beberapa wahana untuk balita seperti gedung paud barat dan timur, taman air menari, jembatan anak anak, serta wahana lalulintas akan ditutup sementara.
“Kalau ada yang membawa balita memang sudah tanggung jawab orang tuanya, kita tidak mungkin membiarkan orang tuanya masuk dan bayinya di tinggal, namum sebelum itu kami akan menyampaikan kepada mereka tentang protokol kesehatan. Kita akan berikan alternatif kalau wahana ini sebenarnya tidak disarankan untuk membawa bayi, tapi kalau memang orang tuanya tidak mempersmasalahkan ya kami ijinkan masuk,” katanya.
Selain itu di area Taman Pintar juga telah disediakan beberapa titik wastafel atau sarana untuk cuci tangan.
Wastafel di Taman Pintar menggunakan sistem pedal yang diinjak dengan kaki untuk mengalirkan air dari kran. “Jadi pengunjung tidak perlu cemas lagi wastafel menjadi sarana penularan virus. Sedangkan, untuk sabun cuci tangannya menggunakan sistem sensor. Hanya dengan meletakkan tangan di bawah tempat sabun, maka sensor akan bekerja untuk mengeluarkan sabun,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, simulasi di Taman Pintar ini dalam rangka melihat keseluruhan apakah Taman Pintar sudah aman untuk pengunjung terutama untuk anak-anak dan balita.
“Simulasi ini untuk membuktikan bahwa protokol yang diterapkan dapat memberikan jaminan keamanan,” katanya.
Ia mengungkapkan jika Kota Yogyakarta ingin orang yakin bahwa Kota Yogyakarta itu aman maka yang harus dilakukan adalah menerapkan protokol covid-19 secara disiplin.
“Kita memang harus menyiapkan protokol covid-19 di semua tempat, artinya ketika kita disiplin menerapkan protokol covid-19, kasusnya akan kita tekan semakin turun, efek lainnya orang akan percaya bahwa Kota Yogyakarta ini aman,” jelasnya.
Seperti yang dilakukan oleh Taman Pintar, menurutnya jika Taman Pintar disiplin menerapkan protokol covid-19, pengujung akan merasa aman datang ke Taman Pintar.
“Artinya sudah aman juga untuk pengunjung yang akan datang ke Taman Pintar, karena kita mau tidak mau harus menyiapkan diri, jadi seluruh tempat yang ada di Kota Yogyakarta harus menyiapkan protokol covid-19,” katanya.
Ia mengungkapkan protokol kesehatan yang wajib adalah pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun, membersihkan barang-barang yang ada, serta alur keluar masuk untuk pengunjung.
“Itu wajib, yang lainnya itu sesuai karakter masing-masing, Kota Yogyakarta karakternya adalah kota yang kasus-kasusnya sebagian besar berasal dari kontak riwayat perjalanan,” katanya.
Wawali juga merencanakan jika Taman Pintar sudah mulai betul-betul siap akan dibuka bertahap untuk warga Kota Yogyakarta. “Tahapannya adalah uji coba, bertahap, terbatas dan buka,” pungkasnya. (cdr)
