Bernas.id – Membangun usaha bukanlah hal sulit lagi bagi semua orang. Banyaknya peluang usaha membuat semua orang bisa melakukan hal ini, terlebih usaha yang berbasis digital. Para pelaku usaha pemula tidak harus mengeluarkan modal yang besar untuk memulai sebuah bisnis. Namun, tidak semua pelaku bisnis pemula paham bagaimana cara mendistribusikan produk dalam bisnisnya. Mereka hanya memikirkan cara bangun usaha tanpa tahu cara memasarkannya.
Salah satu cara yang digunakan untuk memperluas jangkauan calon buyer untuk bisnis kita adalah dengan cara meningkatkan database. Yang dimaksud di pembahasan ini adalah database dalam bisnis. Pemasaran database artinya mengumpulkan informasi pelanggan atau customer yang terkait dengan nama pelanggan, alamat, riwayat transaksi, dan bahkan data demografis dan psikografis (seperti kegiatan, minat, dan pendapat). Jika pelaku usaha bisa memanfaatkan informasi dalam database tersebut, maka akan memberi peluang untuk menjadi buyer pada bisnis yang dijalankan. Pelaku usaha bisa menentukan peringkat pelanggannya menurut pembelian terakhir, frekuensi, dan nilai moneter seperti recency, monetary value, fruquency, serta hanya mengirimkan penawaran kepada pelanggan yang memiliki nilai transaksi tertinggi.
Pemasaran database merupakan sebuah proses membangun, memelihara serta menggunakan database pelanggan untuk bertransaksi dan membangun hubungan dengan pelanggan. Sebagian pelaku bisnis tidak mengolah database secara maksimal. Mereka hanya fokus mencari konsumen baru. Padahal database pelanggan bisa menjadi senjata yang ampuh bagi pelaku bisnis, karena database pelanggan memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai berikut:
1. Sebagai Petunjuk Arah Penjualan
Database pelanggan bisa digunakan sebagai salah satu petunjuk arah penjualan agar produk bisa memasuki pasar secara tepat. Penjualan akan berjalan dengan cepat dan efisien jika pelaku usaha telah memiliki database pelanggan yang prospektif dan menjadi target pasar bisnis mereka.
2. Menentukan Customer Blacklist
Tidak semua pelanggan memiliki riwayat transaksi jual beli yang memuaskan. Sebagai pelaku usaha harus pandai memilah pelanggan yang bermasalah dalam transaksi jual beli. Seorang pelanggan bisa kalian masukkan ke dalam kategori blacklist karena alasan tertentu, seperti fake customer atau pelanggan yang bermasalah dalam melakukan pembayaran.
3. Sarana Komunikasi Hingga Memperluas Pelanggan Baru
Setelah memiliki database pelanggan, maka langkah selanjutnya yaitu menjalin komunikasi dengan pelanggan secara personal sehingga akan timbul kedekatan antara pelanggan dengan produk yang kita tawarkan. Adanya database pelanggan tidak menutup kemungkinan mendatangkan pelanggan baru yang kemudian masuk ke list database selanjutnya, begitu seterusnya.
Mengelola database pun tidak semudah kita menyimpan nomor telepon ke dalam daftar kontak di handphone kita. Tetap ada cara-cara untuk pengelolaanya mengingat database pelanggan memiliki peran yang penting terhadap kemajuan bisnis kita. Kita bisa mengangkat staf untuk melakukan pekerjaan ini. Namun, jika belum mampu mengangkat staf, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha atau bisnis adalah dengan memberikan informasi seputar produk terbaru kita melalui email, telepon, dan lain sebagainya.
Kita juga bisa membuat event atau program untuk menjaga kedekatan dengan pelanggan. Misalnya dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada pelanggan, menyediakan produk limited edition untuk pelanggan VIP atau membentuk komunitas. Dengan memberikan personal touch dalam komunikasi maka akan membuat pelanggan merasa dihargai dan menjadi bagian penting bagi bisnis kita. Tidak ada salahnya juga kita mempelajari ilmu digital mentoring untuk membuat bisnis kita semakin sukses.
