PEKALONGAN, BERNAS.ID – Upaya tetap mempertahankan desa yang sudah masuk zona hijau kasus Covid-19, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Antara lain, melalui pengetatan hilir mudik penduduk dan pemberlakuan empat kebiasaan hidup baru. Seperti menggunakan masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, dan menerapkan pola hidup sehat.
?Sekarang ini wajib memberlakukan empat kebiasaan hidup baru. Menggunakan masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun saat beraktivitas, menjaga jarak di tempat umum minimal satu meter, serta menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta olahraga teratur,? tegas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat kunjungan kerja ke Desa Tambakroto, Kalijoyo, dan Desa Gandarum, Kecamatan Kajen.
Asip menyebut, saat monitoring banyak desa ditemukan masuk zona hijau, karena sudah tidak ada kasus Covid-19. Diharapkan, kondisi tersebut terus terjaga saat memasuki era kenormalan baru, dengan tetap beraktivitas sesuai dengan protokol zona kuning.
Dia mewajibkan semua desa untuk memaksimalkan kembali kegiatan pencegahan Covid-19, yang dikolaborasikan dengan program Jogo Tonggo dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
?Semua desa akan menerima paket Jogo Tonggo Kit untuk mendukung kegiatan pencegahan Covid-19, dan harus dimanfaatkan secara maksimal. Jaga desa masing-masing, bahu-membahu dengan tetangga, supaya ketika ada permasalahan dapat segera ditangani,? ungkap Asip.
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga menyosialisasikan rencana pembangunan Pasar Wiradesa, dan pasar di Tirto, serta memantau pelaksanaan penggunaan dana desa, pembangunan desa, termasuk mendengarkan keluhan dari masyarakat.
?Permasalahannya berbeda-beda, tetapi sebagian besar keluhan adalah jalan dan jembatan, serta infrastruktur. Untuk kawasan dengan potensi pertanian, ketersediaan pupuk dan pasokan air saat musim kemarau, yang menjadi keluhan. Ada juga soal pencemaran limbah industri, udara, serta lainnya,? lanjut Asip.
Terhadap semua permasalahan yang muncul, bupati mengaku langsung menyikapi bersama dinas terkait serta pihak desa, agar dapat terselesaikan dengan cepat.
?Semoga semuanya berjalan lancar, dan saya memahami betul apa yang dirasakan masyarakat saat berada langsung di lokasi sekarang ini,? pungkas Asip. (*/cdr)
