Bernas.id – Mengawali bulan Agustus ini, sebuah berita duka datang dari sosok pemuka tanah air K.H. Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im. Tokoh yang merupakan adik dari K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, wafat saat dirawat di RS Mayapada, Jakarta dan jenazahnya akan disemayamkan di kompleks makam keluarga Ponpes Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Semasa hidupnya, Gus Im merupakan salah satu sosok yang memiliki pemikiran brilian dan mampu menandingi diskusi-diskusi Gus Dur. Tidak hanya diskusi politik saja, Gus Im juga memiliki kesenangan mendengarkan musik-musik klasik dan sering berebut CD. Berikut genre musik yang digemari oleh almarhum Gus Im.
Klasik
Simfoni nomor 9 merupakan hasil karya pamungkas Beethoven sebelum ia kehilangan pendengaran. Keunikan simfoni nomor 9 ini juga terletak pada penggabungan unsur suara solo dalam aransemennya, yang menjadikan simfoni paling kompleks dari simfoni yang digubah oleh Beethoven. Ode To Joy, sebagai salah satu bagian dari simfoni tersebut, menjadi lagu ikonik sepanjang masa yang memberikan nuansa harapan, persatuan, dan persaudaraan.
Gus Im juga menggemari karya Eine Klein Nachtmusik gubahan Wolfgang Amadeus Mozart, yang merupakan musik kamar dengan hanya komposisi dua biola, satu viola, dan satu cello terkadang dengan satu dobel bass, berbeda dengan simfoni Beethoven yang megah. Lagu ini terdengar lebih ringan dengan melodi-melodi yang mudah diingat, namun mampu memberikan nuansa persuasif secara emosional kepada pendengarnya.
Selain simfoni dan musik kamar, Gus Im juga menggemari gitar klasik. Ia memiliki CD Friday Night in San Fransisco: Live Concert, yang dimainkan oleh John McLaughlin, Paco DeLucia, dan Al DiMeola di tahun 1981. CD tersebut yang akhirnya disita oleh Gus Dur karena Gus Im mengambil dua CD Simfoni nomor 9 Beethoven dan Simfoni nomor 40 Mozart.
Rock
Gus Im juga menggemari musik rock, seperti lagu-lagu dari Jimi Hendrix hingga Metallica. Kegemarannya ini yang mencetuskan acara peluncuran buku puisi Bunglon pada tahun 2005, dengan membaca puisi politik diiringi musik rock bergaya metal. Ekspresi Gus Im dengan puisi dan musik rock ini sebagai parodi kepada penguasa saat itu, merupakan wujud kecerdasannya yang bisa mengemas sebuah protes ke dalam sebuah kegiatan yang positif.
Seperti halnya jenis musik yang disenanginya dari yang lembut hingga cadas, Gus Im dikenal dengan pribadi yang mudah meledak marah dan tawanya, tetapi juga bisa dengan tenang bernegosiasi dan berbicara dengan persuasif.
.png)