JAKARTA, BERNAS.ID – Politisi PKS, Mardani Ali Sera mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat terhadap sastra. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi daring Indonesian Leaders Talk (ILT) ke-3 bertema 'Hamka, Sastra, dan Kemerdekaan' yang digelar pada Senin (17/8/2020).
“Indonesia harus meningkatkan gairah minat kepada sastra! Sastra merupakan simbol kemajuan suatu bangsa atau peradaban,” kata Mardani.
Lebih lanjut, Anggota Komisi II Fraksi PKS DPR RI itu mengatakan, Pembangunan Indonesia dan Dunia tidak terlepas dari sastra. “Begitu penting sastra dalam kehidupan dan peradaban manusia, termasuk Indonesia dan kemerdekaannya,” ujar Mardani.
Mardani juga mengatakan bahwa Pembukaan UUD 45 dan Proklamasi adalah produk sastra yang mengandung kalimat kuat dan luar biasa. “Sastra juga merupakan alat perjuangan para 'founding fathers' kita. Sastrawan juga banyak yang menjadi oposisi rezim pemerintah dan menjadikan sastra sebagai alat perjuangan,” jelasnya.
Dengan mempelajari sastra, Mardani mengatakan, politikus akan memiliki kepekaan yang lebih tinggi kepada masyarakat dan juga kepada kaum marjinal sekalipun. “Sastra bisa menjadi ruh dan jantung pembangunan Indonesia. Dengan mempelajari sastra, politisi akan memiliki sensibilitas dan kepekaan yang tinggi kepada sesama manusia dan alam,” katanya.
Mardani juga mendapatkan usulan aspirasi untuk memperjuangkan pengurangan pajak buku agar gairah penulis buku semakin meningkat. Selain itu, ada usulan lain beasiswa dan penghargaan penulis buku untuk memacu semangat pada penulis untuk menulis buku lebih banyak lagi. “Saya setuju sekali usulan ini. Insya Allah usulan ini akan saya sampaikan ke pihak terkait,” pungkasnya.
Dalam edisi ke-3 ini, selain Mardani, juga diisi oleh; Rocky Gerung, Katrin Bandel (Penulis Buku 'Sastra, Nasionalisme Pascakolonialitas'), Akmal Nasery Basral (Penulis 'Sang Pencerah', 'Hamka: Setangkai Pena di Taman Pujangga'). (cdr)
