JAKARTA, BERNAS.ID – Pada era pre COVID-19, perayaan HUT Kemerdekaan RI umumnya dimeriahkan dengan berbagai macam aktivitas permainan tradisional ala 17 Agustus-an, seperti lomba balap karung, panjat pinang, dan sebagainya. Banyak juga reuni yang di-pas-kan waktunya dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan nuansa dress-code berwarna merah putih.
Ikatan Keluarga Besar Alumni Siswa Teladan Tingkat Nasional (IKA SISTELNAS) tahu 1976-1998 biasanya juga melaksanakan reuni tahunan di bulan Agustus. Ajang reuni lintas Angkatan yang sudah dilaksanakan dua kali di tahun 2018 dan 2019 ini merupakan momen dimana para alumni SISTELNAS saling menyapa dan berbagi cerita, termasuk mengenang cerita indah dari seleksi SISTELNAS mulai tahun 1976 sampai terakhir dilaksanakan pada era reformasi di tahun 1998.
Namun pertemuan reuni tahun 2020 ini tidak lagi bisa dilaksanakan seperti biasanya. Di era pandemi COVID-19 ini, IKA SISTELNAS mengisi perayaan hari kemerdekaan dan reuni dengan cara yang berbeda, melalui kegiatan Run/Walk Challenge yang diikuti oleh para SISTELNAS di seluruh dunia, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.
Yulie Anggraini, SISTELNAS 1991 perwakilan Propinsi Sumatera Utara, selaku penggagas kegiatan ini, menyampaikan tujuan dari kegiatan ini selain untuk meningkatkan kesadaran berolahraga dan kesadaran pentingnya kesehatan selama masa pandemi, juga menumbuhkan jiwa juang dan rasa cinta terhadap tanah air.
?Sebanyak 92 orang alumni yang domisilinya tersebar di 4 benua ikut serta dalam kegiatan ini termasuk yang berdomisili di Indonesia, dari Papua hingga Aceh. Tantangannya disesuaikan kemampuan masing-masing, boleh berlari maupun berjalan, dan jarak yang ditempuh bervariasi, mulai dari 8, 17, 45 dan 75 kilometer, yang merupakan simbol tanggal kemerdekaan dan HUT RI Ke-75,? katanya, Senin (24/8/2020) kepada Bernas.id.
?Hasilnya, 92 orang finisher di seluruh dunia mewakili 19 angkatan SISTELNAS. Bulan Agustus menjadi bulan yang sakral bagi IKA SISTELNAS, karena penyelenggaraan seleksi SISTELNAS di Jakarta selama periode 1976-1998 dilaksanakan setiap bulan Agustus, dimana para finalis dari seluruh Indonesia selain berkompetisi, juga diundang menghadiri pidato Presiden RI di Gedung DPR/MPR dan Perayaan HUT RI di Istana Negara. Kompetisi SISTELNAS cukup ketat dan meliputi seleksi akademis, kemampuan berkomunikasi dan berorganisasi, serta keterampilan. Sejak 1976, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahunnya menyelenggarakan Pemilihan Siswa Teladan Nasional, hingga akhirnya ditiadakan pada tahun 1999,” tambahnya.
IKA Sistelnas sendiri merupakan perkumpulan Siswa-siswi SMP dan SMA perwakilan seluruh provinsi di Indonesia tahun 1976-1998, yang telah mengikuti tahapan seleksi berjenjang, dari level sekolah, kabupaten, provinsi dan akhirnya mewakili daerahnya ke tingkat nasional. Saat ini ratusan alumni SISTELNAS tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan di seluruh dunia, dan menjadi orang-orang pilihan yang mengabdi sesuai keilmuan dan keahliannya.
Hal senada juga diakui Astrid Kartika, Sistelnas angkatan 95, wakil Provinsi DIY, dan Juara 1 Nasional tingkat SMA Putri, melalui kegiatan ini sekaligus mengingatkan lagi mengenai seleksi Siswa Teladan Nasional yang bagus sekali, dan pernah dilakukan pada periode 1976-1998. “Kami ingin terus share berita mengenai Sistelnas untuk mengadvokasi pemerintah supaya mengembalikan lagi seleksi Sistelnas ke rutinitas tahunan pemerintah,” katanya.
Selain itu lanjut Astrid, ingin terus meng-encourage masyarakat untuk tetap hidup sehat di tengah badai pandemi Covid dengan menunjukan kenapa walk/run challenge ini bermanfaat bagi kesehatan jantung, dan bahwa cara yang dilakukan sistelnas yang adaptif dalam masa pandemi. (cdr)
