YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Selama satu semester di tahun 2020 ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sektor yang sangat terdampak badai resesi akibat pandemi Covid-19. Ketika pariwisata lesu dan dunia pendidikan menghentikan aktivitas tatap muka, maka penunjang ekonomi daerah yang ditopang oleh UMKM sangat terpukul karena kedua sektor tersebut belum normal.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi kepada Bernas.id ketika dihubungi melalui pesan Whatsapp, Rabu (2/9/2020). Dia menandaskan, wilayah DIY yang ditunjang sektor wisata dan pendidikan sangat merasakan dampak sosial atau physical disctancing ini. Disamping itu, lanjut Siwi UMKM harus berani bertransformasi ke arah bisnis digital.
“Karena bisnis digital adalah strategi pada era kebiasaan baru yang memungkinkan transaksi antara konsumen dan UMKM masih bisa berlangsung dengan media online,” katanya.
Ditambahkan Siwi, mereka yang menjalankan bisnis online, terbukti mampu bertahan melewati krisis ditengah pandemi hingga saat ini. “Sedangkan strategi yang kedua adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dalam tata kelola produknya sebagai komitmen untuk mendukung penyelesaian pandemi ini, dalam konteks kesehatan juga diselesaikan dan ekonomi juga mengiringi agar bisa survive,” paparnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari BPS DIY, disebutkan Siwi pada awal bulan Agustus 2020, laju pertumbuhan pada triwulan kedua untuk sektor yang memiliki konsentrasi UMKM secara dominan seperti usaha makanan, minuman, jasa, dan industri olahan, semuanya mengalami konstraksi yang cukup dalam.
“Hal ini dipengaruhi menurunnya konsumsi masyarakat dan produktivitas sektor pariwisata dan sektor pendidikan yang turun tajam karena kebijakan pembatasan /physical distancing untuk menahan penyebaran pandemi. Ini menjadi catatan bahwa pandemi telah menghantam dinamika bisnis UMKM yang dijalankan secara konvensional,” tambahnya.
Dia juga berharap, semoga pandemi segera berlalu serta menggerakan kembali sektor pariwisata dan pendidikan dengan skema kebiasaan normal yang baru. (cdr)
