SLEMAN, BERNAS.ID – Kustini Sri Purnomo bertekad menjaga roda perekonomian warga Sleman tetap bergerak dinamis di tengah pandemi Covid-19. Salah satu usahanya adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan kripik di 17 kapanewon, Kabupaten Sleman. Dengan pelatihan ini, Kustini berharap sumber pemasukan warga bisa bertambah.
?Kita harus memanfaat lahan pekarangan yang ada untuk ketahanan pangan di masa pandemi ini. Selain itu, kita harus memanfaatkan tanaman lokal yang ada. Misalnya, di sini banyak budi daya kelor. Kita harus memanfaatkannya untuk kesejahteraan bersama,? kata Kustini, Jumat (9/10/2020) ketika mengunjungi Desa Wisata Kelor di Desa Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.
Untuk membantu kesejahteraan warga Sleman, Kustini mengadakan serangkaian kegiatan di 17 kapanewon. Di mata Kustini, setiap kapanewon mempunyai ciri khas masing-masing. Kustini percaya ciri khas itu bisa menjadi kekuatan penyokong kehidupan jika ditelateni.
Misalnya dengan memanfaatkan tanaman di masing-masing kapanewon untuk dijadikan keripik. Kombinasi rasa, kualitas bahan, dan kekhasan bisa menjadi daya jual bagi setiap produk masing-masing kapanewon.
?Ciri khas itu kekuatan yang besar sekali bagi sebuah produk. Dia menjadi pembeda dengan produk lainnya. Kita bicara usaha-usaha yang bisa dilakukan dan hasilnya baik. Siapa yang tidak suka keripik? Kelihatannya sepele, tetapi jika telaten, hasilnya bukan main besar,? tegas calon bupati Sleman yang berpasangan dengan Danang Maharsa ini.
Melihat besarnya perhatian Kustini Sri Purnomo kepada kesejahteraan UMKM, warga di Desa Wisata Kelor siap dan mendukung Kustini menjadi bupati Sleman.
Kunjungan Kustini ini juga dimanfaatkan warga untuk mendeklarasikan niatnya tersebut. Mereka siap mengawal Kustini dan Danang di pilkada Sleman 9 Desember 2020 mendatang. (cdr)
