SLEMAN, BERNAS.ID – Serangan politik kepada figur pasangan calon Kustini Sri Purnomo – Danang Maharsa mulai ramai dilakukan di masa kampanye Pilkada 2020. Tidak hanya melalui mulut ke mulut, serangan juga disebarkan secara luas di jejaring media sosial.
Setelah ramai isu dinasti politik yang dimainkan beberapa waktu lalu, yang paling terbaru adalah pemasangan reklame kampanye yang tanpa adanya konfirmasi, langsung “dilabeli” menyalahi aturan.
Tentu saja imbasnya, masyarakat mudah terpancing dengan tidak mempertimbangkan “saring sebelum sharing”. Hal ini menjadi citra demokrasi yang buruk apalagi di tengah pandemi yang bisa menjadikan partisipasi pemilihan menurun jumlahnya.
Anggota DPRD Fraksi PAN, H. Ardi, S. Ag., M.MPAR., M.M. menilai tuduhan-tuduhan yang dilancarkan bertujuan untuk menjatuhkan figur Kustini Sri Purnomo.
“Tujuannya sudah jelas untuk menjatuhkan pasangan Kustini – Danang. Dan oknum-oknum seperti itu akan terus mencari cara untuk menyerang (Kustini – Danang),” jelasnya beberapa waktu lalu.
Ardi tidak ragu menyebut jika oknum yang melakukan serangan tersebut adalah orang-orang yang tidak memiliki visi-misi politik yang jelas.
“Karena itu adalah cara-cara mereka yang tidak punya modal visi-misi yang jelas. Jadi itu cara yang mereka gunakan untuk mencuri perhatian masyarakat,” terangnya.
Dilanjutkan Ardi, dengan menirukan perkataan yang sering diucapkan Kustini, masyarakat Sleman sudah cerdas seharusnya tidak mudah dimainkan dengan isu-isu yang tidak berdasar.
“Masyarakat kita sudah cerdas. Jangan dimundurkan dengan cara-cara berfikir yang tidak maju. Seharusnya pesta demokrasi diisi dengan kampanye yang mendidik, bukan saling menjatuhkan dengan dasar yang tidak jelas,” tegasnya.
Terpisah, salah satu pemuda Sleman asal Kecamatan Gamping, Muhammad Arif mengaku, khawatir dengan generasi muda yang sudah dicekoki contoh-contoh kampanye hitam.
“Ini sangat buruk untuk generasi muda kita, karena tongkat estafet demokrasi ini ada di kaum muda. Dan tentunya kita membutuhkan contoh politik yang baik,” pungkasnya. (*/cdr)
