SLEMAN, BERNAS.ID – Sejumlah Kiai dan ulama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sleman membentuk Jaringan Kiai Tahlil (JKT) yang merupakan sebuah gerakan kiai dan ulama secara pribadi dan kultural untuk menjaring sebanyak-banyaknya aspirasi jamaah NU untuk berpartisipasi membangun Kabupaten Sleman.
Dikatakan Ketua Jaringan Kiai Tahlil Sleman, Maktuf Salafi, gerakan yang dilakukan ini merupakan sikap pihaknya dalam menghormati butir-butir khithah Nahdlatul Ulama 1926 yang menyebutkan bahwa NU bukanlah partai politik dan tidak digunakan untuk berpolitik praktis.
“Tersurat dan tersirat dalam amanat khitah tersebut, bahwa NU bukan milik sebuah partai saja dan bukan digunakan untuk politik praktis, dan kenyataannya semua warga NU menyalurkan aspirasinya melalui semua partai politik yang ada di Indonesia,” katanya, Rabu (4/11/2020) disela acara deklarasi Kiai Tahlil dukung Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa, di salah satu rumah makan didaerah Kalasan, Sleman.
Ditambahkan Maktuf, hal tersebut sesuai dengan amanah kiai dan ulama yang terdahulu bahwa NU ingin besar dan sakral diatas partai politik manapun. “Dari sejumlah aspirasi yang telah kiai dan ulama jaring selama ini, jamaah NU menghendaki Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa untuk memimpin Sleman periode 2021-2025 mendatang. “Pasangan ini merupakan pasangan ideal yang bisa merangkul semua kalangan untuk ikut bersama-sama memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Sleman,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa mengucapkan terimakasih kepada para kiai dan ulama yang tergabung dalam Jaringan Kiai Tahlil, dan Kustini berjanji akan mengakomodir semua kebutuhan para kiai dan ulama di Kabupaten Sleman.
“Panjenengan yang akan membuat karakter jamaah melalui kegiatan agamais, yang akan menjadikan Sleman yang lebih baik. Dan Sleman kedepan akan menjadi Sleman yang agamais,” ucapnya.
Dengan deklarasi ini, Kustini mengaku akan mengikuti para kiai dan ulama yang memberikan dukungan kepadanya. “Saya nderek panjenengan, Sleman mau dibawa kemana, tentunya menjadikan Sleman yang lebih baik,” katanya.
Ditambahkan Danang Maharsa, menurutnya kegiatan deklarasi ini merupakan salah satu bukti bahwa NU tidak hanya mendukung salah satu paslon bupati saja, seperti yang beredar di berita akhir-akhir ini. “NU tidak hanya mendukung kepada salah satu paslon saja seperti yang beredar di berita, karena NU tidak berpolitik praktis, dengan deklarasi dukungan kepada kami sebagai bukti NU tidak hanya mendukung salah satu paslon,” tegasnya.
Danang juga memohon doa dan dukungan supaya mensukseskan apa yang dicita-citakan Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa dalam pilkada serentak mendatang. (cdr)
