YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Band Punk Rock asal Jogja yang dibentuk sejak 2008, Rebellion Rose, sudah kerap melakukan kolaborasi dengan sederet musisi yang senafas, sebut saja Marjinal, Bunga Hitam, hingga JRX SID. Namun kali ini kolaborasi yang mereka lakukan cukup berbeda. Rebellion Rose baru saja berkolaborasi dengan Frogstone, sebuah brand yang dikelola oleh Deni Adit dan Ari Hamzah (Drummer Fun As Thirty).
Fyan Sinner, frontman Rebellion Rose menjelaskan bahwa lagu ?Karnaval Hitam? terinspirasi dari situasi belakangan ini, mulai dari maraknya demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang dianggap merugikan kelas pekerja, hingga kasus kriminalisasi yang menimpa JRX SID.
?Lagu ini bercerita tentang sebuah keyakinan dan bagaimana menjaganya tetap teguh, adalah dengan mental yang kuat. Selain itu juga bercerita bagaimana keyakinan tersebut mampu memengaruhi banyak orang, dan pada akhirnya menjadi barisan dan membentuk karnaval,? ungkap Fyan lewat keterangan tertulisnya, Rabu (18/11/2020).
Ia menambahkan, pada awalnya Frogstone mengajukan konsep kolaborasi hingga akhirnya jadilah ?Karnaval Hitam? yang dikemas dalam rilisan single dan merchandise. Untuk artworknya dikerjakan oleh Anggarez, seorang illustrator yang telah membuat artwork untuk sederet musisi cadas seperti; Seringai, Death Vomit, Kelelawar Malam, dan sebagainya.
Sang drummer, King menjelaskan bahwa semua lagu Rebellion Rose menyuarakan persaudaraan. Sementara gitaris Amek menambahkan bahwa dalam memperjuangkan suatu hak, pasti ada banyak sekali halangannya. “Oleh karena itu kita harus saling menguatkan dan ada di barisan yang sama,” katanya.
?Ada jiwa yang kau bawa tuk kau rekahkan senyumnya..? adalah sepenggal lirik lagu 'Karnaval Hitam.' Bait ini dimaksudkan kepada banyak pihak yang tidak bisa ikut demonstrasi turun ke jalan, namun berterima kasih kepada demonstran karena aspirasinya disampaikan lewat parlemen jalanan.
Lewat ?Karnaval Hitam? Rebellion Rose dan Frogstone berharap bisa menginspirasi orang banyak untuk melakukan perubahan dan berada dalam barisan melawan segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan.
Awalnya kolaborasi ?Karnaval Hitam? hanya berbentuk single dan merchandise saja, namun kemudian berkembang menjadi beragam, termasuk video musik yang segera menyusul perilisannya. Bertempat di Frogshelter, Yogyakarta, 6 November 2020 lalu juga telah digelar Hearing Session ?Karnaval Hitam? yang dihadiri oleh 65 orang dengan menerapkan protokol kesehatan. (den)
