Bernas.id – Virus corona telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh lini kehidupan. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah bidang perekonomian. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan untuk mencegah adanya kerumunan melalui Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam berbelanja. Biasanya ibu-ibu dapat berbelanja ria di pasar dan swalayan, sekarang lebih memilih untuk melakukan jual-beli secara daring. Mulai dari berbelanja kebutuhan sehari-hari, fashion, bahkan perabot rumah.
Aktivitas warga yang bekerja #DiRumahAja membuat banyak orang menghabiskan waktunya di rumah. Sementara, tidak semua orang bisa memasak atau punya waktu untuk memasak. Jadi, peluang bisnis katering muncul. Hal terbut disebabkan karena masyarakat perlu memenuhi kebutuhan lauk-pauk keluarga, tetapi tidak bisa pergi makan ke rumah makan. Ada dua jenis makanan katering rumahan yang ditawarkan. Di antaranya, yaitu makanan siap santap dan frozen food.
Keunggulan dari frozen food adalah konsumen dapat membeli dengan jumlah banyak sebagai stok dan dapat dimasak kapan pun. Bisnis frozen food mengalami peningkatan penjualan di tengah pandemi. Mereka dapat menggunakan platform digital untuk memaksimalkan dalam pemasaran, misalnya seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lain-lain. Mereka dapat menjajakannya melalui marketer, reseller, atau bisa juga langsung kepada konsumen. Selain dimsum, berbagai jajanan pun peminatnya banyak. Seperti batagor, basreng, cuanki instan, pempek, seblak instan, ayam laos, dan lain-lain. Menu tersebut tentunya dilengkapi dengan bumbu rempah-rempah yang khas, guna memperkuat imunitas tubuh di tengah kondisi yang rentan seperti saat ini.
Berawal dari hobi, kita dapat membagun usaha yang sangat sederhana. Kamera handphone dapat digunakan untuk melakukan promosi dan menarik minat pelanggan. Sebab telepon genggam saat ini sudah dibekali dengan template yang estetik. Jadi, tak perlu pusing-pusing untuk melakukan editing foto produk. Beberapa aplikasi pendukung yang dapat digunakan di antaranya adalah Canva, PicsArt, Adobe Lightroom, dan sebagainya. Berbekal kreativitas dan ketekunan, kita dapat keluar dari zona tekanan perekonomian akibat virus Corona.
Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk ditengah pandemi adalah sebagai berikut.
- Kebersihan dan keamanan. Kebersihan dan keamanan produk menjadi hal pertama yang diperhatikan oleh konsumen, terutama saat pandemi seperti ini. Jika bergerak dalam bidang kuliner, pastikan kita memproduksinya dengan cara aman dan bersih. Memasuki era New Normal, Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Kementerian Kesehatan mengeluarkan sejumlah panduan aman beraktivitas, termasuk salah satunya tips memproduksi makanan untuk pedagang kreatif. Tips tersebut adalah:
- Pilih bahan baku yang baik dan segar.
- Sebelum mengolah makanan, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama minimal 20 detik.
- Cuci sayur dan buah sebelum dimasak. Anda bisa mencucinya dengan sabun food grade.
- Kupas buah dan sayur yang bisa dikupas. Selain untuk menghindari virus, ini juga bermanfaat untuk menghindari pestisida masuk ke dalam tubuh.
- Hindari bersentuhan langsung dengan bahan makanan ketika mengolah suatu Jadi, sebaiknya gunakan sarung tangan plastik, penjepit, atau sendok untuk menyentuh bahan makanan.
- Gunakan masker dan penutup kepala saat memproduksi makanan.
- Bungkus makanan dengan pembungkus yang aman dan bersih.
- Jaga jarak fisik selama proses membuat makanan atau mengantarnya ke kurir.
- Menjaga higienitas. Jika kita sudah melakukan langkah-langkah dalam memproduksi produk, berikan informasi tersebut pada konsumen. Kita bisa memberikan informasi seputar proses produksi yang aman ini pada konten media sosial atau lewat print pada kemasan.
- Berbisnis secara profesional. Salah satu tantangan yang dihadapi para penjual dadakan adalah menyediakan layanan yang profesional. Meksipun baru menjajal menjadi pedagang, namun kita sudah selayaknya memberikan layanan seperti halnya penjual profesional. Pertama, sediakan pilihan layanan kurir. Jadi, bukan konsumen yang memesan kurir untuk barang yang mereka pesan. Kedua, buat packaging yang aman dan Instagram-able, sehingga barang tidak rusak selama di perjalanan dan dapat menarik banyak pelanggan. Ketiga, sigap membalas pesan pelanggan seputar barang yang dipesan. Keempat, sering adakan diskon atau give away untuk menarik minat lebih banyak konsumen.
Semoga bisnis kreatif ini dapat menjaga keadaan iman, imun, dan tabunganmu. Tertib dan patuhi aturan protokol kesehatan selama berbisnis, agar tetap sehat dan terhindar dari virus Covid-19. Dan tagar #EkonomiPastiPulih tidak hanya seruan kosong belaka, namun bisa benar-benar kita realisasikan bersama. (rww)
