Bernas.id – Dalam upaya mencari solusi obat penyembuh Covid19, para peneliti menemukan bahwa penyintas long Covid-19 memiliki efek jangka panjang yang hampir sama seperti EVD (Ebola Virus Disease) atau Ebola. Baik Covid19 dan Ebola keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Namun, Covid-19 dianggap lebih berbahaya daripada Ebola.
Beda Covid19 dan Ebola
Yang membedakan adalah, Covid-19 memiliki transmisi virus yang tinggi karena penularan terjadi lewat udara saat orang bernafas dan berbicara dalam jarak dekat. Orang yang terjangkit Covid-19 tidak semuanya bergejala, dan masih bisa beraktivitas. Sementara, transmisi virus Ebola hanya terjadi di masa akhir melalui darah dan keringat. Ditambah pasien Ebola biasanya mengalami muntaber parah yang membuatnya tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Dampak Jangka Panjang Covid19 dan Ebola
Danni Altmann, profesor di bidang imunologi dari Imperial College of London menegaskan bahwa pada beberapa penyintas Covid-19, tubuh mereka tidak lagi sama seperti sebelumnya seperti mengalami nyeri sendi, kelelahan, dan penurunan daya kognitif yang berkepanjangan. Begitu pula pada sekitar tiga perempat penyintas Ebola, masih ada yang mengalami nyeri sendi dan otot, migrain, masalah penglihatan dan kelelahan.
Dampak Covid19 dan Ebola Pada Ekonomi
Sebuah publikasi ilmiah pada jurnal World Development, oleh Nik Stoop dan rekan-rekan, menggambarkan bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan paling besar pada pergerakan ekonomi dibandingkan pandemi Ebola. Penelitian tersebut dilakukan pada 1000 responden rumah tangga dan pemilik usaha kecil yang bertempat tinggal di provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo. Di provinsi ini, kasus Ebola pertama kali muncul di tahun 2018 dan dinyatakan bersih dari kasus Ebola pada bulan Juni 2020. Namun, adanya kasus Covid-19 yang muncul sejak bulan Maret 2020 hingga saat ini, memukul perekonomian lebih parah dibanding saat pandemi Ebola
Dalam penelitian tersebut, responden menyatakan adanya Covid-19 membuat pendapatan menurun, ketahanan pangan terancam, dan tingginya angka kriminal, lebih parah dibanding saat ada pandemi Ebola. Hal ini disebabkan karena Covid-19 memiliki transmisi virus tinggi daripada Ebola sehingga ada pembatasan kegiatan masyarakat.
Tidak hanya itu, responden juga menyatakan bahwa dibanding dengan Ebola, pandemi Covid-19 ini benar-benar mengubah perilaku keseharian seperti memilih diam di rumah, tidak berkunjung ke keluarga dan tidak naik transportasi umum. (TAF)
