Bernas.id – Sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi masa pandemi, gagasan Kementerian BUMN mewujudkan digitalisasi pasar rakyat dengan program Pasar Digital (PaDi) UMKM ternyata mendapat sambutan yang baik dari para pelaku UMKM. Hal ini terbukti dengan transaksi yang tercatat mencapai 11,4 triliun di akhir bulan Januari 2021, hanya lima setengah bulan dari awal diluncurkannya. Jumlah tersebut tentu disambut baik oleh Kementerian BUMN dan meningkatkan optimisme di kalangan pelaku UMKM.
Ada beberapa kunci yang membuat PaDi UMKM sukses mencatat jumlah total transaksi besar.
UMKM Merambah Pasar Lebih Besar
PaDi UMKM membuka diri untuk seluruh pelaku UMKM, baik yang sudah memiliki outlet di platform perdagangan elektronik ataupun yang belum pernah sama sekali menjual produk dan layanannya via online. PaDi juga menyediakan fitur B2B dan B2C, yang menghubungkan UMKM dengan UMKM lain atau langsung dengan pembeli personal, sehingga pemilik UMKM bisa berstrategi dan memfokuskan penjualan sesuai dengan karakteristik produk-produknya.
Kolaborasi Perdagangan Elektronik
Tidak hanya itu, PaDi juga mengulurkan tangan untuk membina kerjasama dengan beberapa platform perdagangan elektronik besar. Dengan kerjasama tersebut, pemilik UMKM tidak hanya berpromosi di PaDi tetapi juga di platform lain yang juga memiliki target pasar yang besar. UMKM yang tadinya belum melakukan perdagangan elektronik, akhirnya juga bisa menjangkau pasar yang tidak bisa diakses sebelumnya.
Fitur E-Procurement
PaDi UMKM juga memfasilitasi kemitraan antara BUMN sebagai pembeli dan UMKM sebagai penjual dengan fitur E-Procurement yang tersedia di website. Kemitraan ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kerjasama dan transaksi perdagangan antara BUMN dan UMKM, sehingga akhirnya bisa mendongkrak angka Produk Domestik Bruto (PDB) dan mempercepat pemulihan perekonomian akibat pandemi di Indonesia.
Peningkatan Kompetensi UMKM
Tidak hanya menyediakan platform untuk melakukan perdagangan secara digital, PaDi juga memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis UMKM serta diskusi-diskusi menarik tentang pengembangan bisnis. Sehingga diharapkan adanya pasar digital ini tidak hanya mendatangkan omset besar bagi bisnis UMKM, tetapi juga bisa meningkatkan daya saing karena kompetensinya semakin berkembang.
Keterbukaan dan transparansi informasi juga terlihat dengan adanya laman khusus di website PaDi yang berisi tentang rencana belanja 3 bulan BUMN kepada UMKM. Ditambah dengan upaya meningkatkan pelayanan kepada UMKM, saat ini tengah berlangsung Padi UMKM Virtual Expo 2021 yang akan memberikan kesempatan kepada sekitar 2000 pembeli dari BUMN bertemu dengan 244 pengisi lapak dari kalangan UMKM. (TAF)
