Apakah Anda sedang bingung mencari alasan yang tepat untuk mengundurkan diri? Setelah sekian lama bekerja, wajar saja kalau Anda mulai merasa tidak nyaman dengan tempat Anda bekerja, entah karena beban kerjanya, sistemnya, rekan kerja, atau bahkan atasan Anda.
Tentu saja alasan semacam itu tidak bisa diungkapkan secara gamblang. Bisa-bisa Anda akan tercatat dalam daftar hitam dan dipersulit untuk resign.
Oleh karena itu, kalau keputusan Anda memang sudah bulat, ada baiknya Anda menggunakan alasan-alasan profesional dan masuk akal untuk keluar, sebagaimana di bawah ini.
1. Mendapatkan Tawaran Pekerjaan Baru

Mendapatkan pekerjaan baru (foto: popbela)
Mendapatkan tawaran yang lebih baik tentu saja merupakan alasan yang tepat untuk mengundurkan diri. Siapa sih yang akan menolak tawaran dengan gaji lebih besar atau jabatan lebih tinggi?
Tidak hanya Anda, rekan-rekan kerja Anda lainnya pun tak akan melewatkan kesempatan tersebut begitu saja. Bahkan perusahaan Anda sendiri pun tidak bisa melakukan apa-apa kalau Anda keluar dengan alasan semacam itu.
Namun sebelum itu, pastikan kalau Anda memang pasti diterima dan telah membuat kesepakatan kerja dengan perusahaan baru, ya. Jangan sampai Anda keluar dengan alasan pekerjaan baru namun berakhir menyesal.
2. Meneruskan Pendidikan

Meneruskan kuliah S2 (foto: cermati)
Tidak ada salahnya loh pamit resign dengan alasan ingin meraih gelar pendidikan yang lebih tinggi. Bagaimanapun juga, pendidikan merupakan aset penting. Kalau kita diberi kesempatan untuk sekolah lagi, mengapa harus disia-siakan?
Perusahaan akan paham dengan keputusan Anda kok. Apalagi, membagi fokus antara pekerjaan dan pendidikan tidaklah Andadah. Akan lebih baik Anda mengorbankan salah satu agar bisa maksimal dalam hal lainnya.
Tapi kalau perusahaan Anda menawarkan beasiswa dengan syarat harus kembali bekerja bersama mereka, sepertinya perlu dipertimbangkan matang-matang, nih!
Baca juga: Mengenal Perbedaan Gaji dan Upah
3. Alasan Keluarga
Dalam memilih pekerjaan, worklife balance patut diperhatikan dengan baik. Pasalnya, hidup Anda tidak hanya untuk bekerja. Pasti Anda memiliki kesibukan lain di luar jam kerja, seperti merawat keluarga.
Oleh karena itu, kalau perusahaan Anda memiliki worklife balance yang payah, itu bisa Anda jadikan sebagai alasan yang tepat untuk mengundurkan diri.
Bagaimanapun juga, bagi beberapa orang, alasan mereka bekerja adalah untuk keluarga. Oleh karena itu mereka tidak ingin mengorbankan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga hanya demi menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kantor.
4. Alasan Kesehatan
Kalau beban kerja Anda terasa sangat berat hingga mengganggu kesehatan Anda, ada baiknya Anda segera mengundurkan diri. Kalau dibiarkan berlarut-larut, yang ada justru Anda yang akan rugi sendiri.
Bagaimanapun juga, kesehatan itu nomor satu. Anda tidak bisa terus-terusan mengabaikan kesehatan Anda hanya karena segan dengan atasan Anda.
Hal ini berlaku juga untuk kesehatan mental. Tidak jarang, beban kerja dan lingkungan kerja yang toxic akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental Anda.
Oleh karena itu, sah-sah saja menggunakan alasan ini untuk berhenti kerja. Toh, perusahaa Anda juga akan memaklumi hal tersebut.
5. Beralih Profesi

Beralih profesi menjadi freelancer (foto: startupsgeek)
Tidak dapat dipungkiri, melakukan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun akan membuat Anda jenuh. Apalagi, pekerjaan tersebut tidak membantu Anda untuk berkembang.
Itulah mengapa tidak ada salahnya bagi Andauntuk mengubah jalur karier Anda. Misalnya saja, seorang pegawai bank ingin resign dan beralih menjadi ilustrator atau wirausahawan.
Hal tersebut sangat masuk akal bagi siapapun. Terlebih lagi kalau Anda memang memiliki hobi atau skill Andampuni dan bisa dijadikan mata pencaharian baru.
Nah, itulah lima alasan yang tepat untuk mengundurkan diri. Dengan mengungkapkan alasan-alasan di atas, hubungan Anda dengan perusahaan masih bisa berjalan baik, dan Anda pun bisa memiliki kehidupan yang lebih layak, bukan?
Baca juga: Inilah Perbedaan Founder, Co-Founder, Owner, CEO, dan COO dalam Perusahaan
