Memahami kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu, maka banyak hal yang harus dibahas. Apalagi kecamatan Sedayu termasuk salah satu kecamatan yang mulai dilirik sebagai pusat ekonomi baru di area Bantul.
Kecamatan Sedayu ada di wilayah kabupaten Bantul, DIY. Memiliki luas area sebesar 34,36 km², kecamatan Sedayu berbatasan langsung dengan kabupaten Sleman dan kabupaten Kulon Progo.

Mengenal potensi wisata Sedayu, Bantul (foto: unsplash)
Berdasarkan Pergub DIY No. 25 tahun 2019, penyebutan kata kecamatan di tingkat Kabupaten diganti jadi kapanewon. Oleh sebab itu, saat ini kecamatan Sedayu juga dikenal dengan nama kapanewon Sedayu.
Kecamatan Sedayu terbagi dalam 4 desa utama, yaitu desa Argodadi, desa Argorejo, desa Argosari, dan desa Argomulyo.
Pembahasan kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu yang pertama akan membahas batas-batas wilayah kecamatan Sedayu, yaitu:
- Sisi utara berbatasan dengan kecamatan Moyudan, dan kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.
- Sisi timur berbatasan dengan kecamatan Gamping, kabupaten Sleman.
- Sisi selatan berbatasan dengan kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.
- Sisi Barat berbatasan dengan kecamatan Sentolo dan kecamatan Wates, kabupaten Kulon Progo.
Ibukota kecamatan Sedayu berada di desa Argorejo. Untuk kantor kecamatan Sedayu sendiri ada di Jl. Wates Km 12, desa Argorejo.
Pembahasan kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu yang kedua membicarakan tentang masing-masing desanya. Mengutip data BPS kabupaten Bantul, desa Argodadi memiliki luas 11,21 km². Desa Argodadi adalah desa terluas di kecamatan Sedayu.
Desa Argomulyo memiliki luas 9,5 km², desa Argorejo memiliki luas area 7,23 km², sedangkan desa Argosari memiliki luas lahan terkecil, yaitu 6,37 km².
Dengan luas yang berbeda-beda, desa terluas di kecamatan Sedayu memiliki 14 pedukuhan. Jumlah tersebut sama dengan jumlah pedukuhan yang dimiliki desa Argomulyo.
Baca juga: 3 Sentra Industri di Sedayu Sebagai Bagian Wisata Kerajinan Jogja
Sedangkan desa Argorejo dan desa Argosari, masing-masing, memiliki 13 pedukuhan. Dengan total 54 pedukuhan tersebut, ada 342 rukun tetangga (RT) di kecamatan Sedayu.
Pembahasan ketiga tentang kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu adalah soal penduduknya.
Total penduduk kecamatan Sedayu per tahun 2019 adalah 47.649 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki adalah 23.490 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan adalah 24.159 jiwa.
Sebagian besar penduduk kecamatan Sedayu bekerja di sektor pertanian. Selain pertanian, penduduk kecamatan Sedayu juga menggeluti pekerjaan di bidang pariwisata, industri kreatif, dan lain-lain.
Pembahasan keempat tentang kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu adalah potensi ekonominya.
Sejak 2018, kecamatan Sedayu menggalakkan potensi pariwisata. Laju perkembangan bisnis pariwisata DIY membuat kecamatan Sedayu ikut berperan serta dalam bisnis tersebut.

Daya tarik wisata Sedayu (kec-sedayu.bantulkab)
Kecamatan Sedayu memiliki daya tarik wisata yang tidak sedikit. Salah satu yang melambungkan nama kecamatan Sedayu adalah Museum Soeharto yang mengabadikan perjalanan hidup presiden Indonesia kedua, HM Soeharto.
Selain itu, masih ada berbagai jenis wisata alam di kecamatan Sedayu, seperti Agrowisata Argorejo, Karst Tubing Surobayan, Sunan Kali Kontheng, dan lain-lain.
Ada juga wisata sektor wisata kerajinan dan industri kreatif seperti pusat kerajinan sangkar burung di Argosari, sentra jamu di Plawonan, dan pusat kerajian rajut di Selogedong.
Aneka ragam kondisi kecamatan Sedayu membuat daerah ini memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Maka tidak heran, hadir perumahan-perumahan baru. Posisinya yang strategis menjadikan kecamatan Sedayu sebagai calon pusat bisnis baru.
Baca juga: Serunya Berkunjung ke Monumen HM Soeharto di Sedayu Jogja
Itulah pembahasan kondisi geografi dan demografi kecamatan Sedayu. Pilihan menjadikan kecamatan Sedayu sebagai area tempat tinggal adalah pilihan yang tepat mengingat berbagai potensi geografi dan demografi kecamatan Sedayu.
