JAKARTA, BERNAS.ID – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hari ini resmi meluncurkan investigasi terhadap insiden tenggelamnya kapal KMP Yunicee di Selat Bali pada hari Selasa (29/6). Insiden tersebut menewaskan tujuh orang, sedangkan 11 lainnya belum ditemukan.
Lebih lanjut, KNKT juga akan menyelidiki perihal penumpang yang tidak terdaftar dalam dalam manifes kapal. Bambang Irawan, Ketua Tim Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, menyatakan bahwa KNKT sedang mengumpulkan data dan dokumen terkait dari perusahaan pelayaran, ABK, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Pihak Pelabuhan.
“Kami akan mencari tahu kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena ini berhubungan dengan keselamatan seluruh penumpang dan ABK. Jadi penumpang ini harus jadi prioritas, karena di sini ini kapal penyeberangan,” ujar Bambang, seperti dikutip oleh Antara, Kamis (1/7).
Sampai dengan berita ini diluncurkan, KNKT belum bisa memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab resmi karamnya kapal feri tersebut.
“Kami tidak bisa memberikan pernyataan penyebabnya sekarang, karena masih terlalu dini. Jadi, kami akan mencari dulu data-data semuanya dan dipelajari dan dianalisa, nantinya baru ada kesimpulan,” Bambang menyatakan. “Kapal itu kan ada dokumen perawatannya, bagaimana kondisi terakhir. Itu semua ada dokumen, kami akan pelajari di dokumen itu apakah terus diperbarui atau tidak.”
