Program Kartu Prakerja menuai pro-kontra pada pelaksanaan gelombang 18 2021 meski ada yang masih optimis bahwa ini adalah kebijakan yang baik bagi masyarakat.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, Program Kartu Prakerja terus menuai respon pro-kontra. Para ahli memberi komentar tentang Kartu Prakerja sebagai bentuk pengamatan dan pengawasan program.
Dalam perjalanan gelombang ke-18, Kartu Prakerja terus mengalami perbaikan sistem dan pengelolaan. Berikut ini sejumlah komentar tentang Kartu Prakerja.
Baca juga: Denni Puspa Purbasari: Kartu Prakerja Bukan Bantuan Sosial
Kritik Sejak Awal
Banyak yang berpendapat bahwa bentuk pelatihan bukanlah opsi yang tepat untuk masa pandemi ini. Pada awal perancangannya, penerapan Kartu Prakerja disasarkan untuk peningkatan kompetensi calon pekerja.
Saat pandemi datang, program ini ikut memikul beban penyaluran bansos. Dana insentif sebesar Rp 2,4 juta diminta langsung dibagikan kepada rakyat tanpa perlu skema bersyarat.
Plus minus Kartu Prakerja menjadi bermunculan dan tidak dapat dilepaskan dari efek pandemi yang tidak terduga.
Baca juga: Ari Dwipayana: Kartu Prakerja Harus Adaptif dalam Situasi Pandemi
Sebuah gerakan muncul dari situs Prakerja.org pada 2020. Mereka menyelenggarakan pelatihan gratis mirip Program Kartu Prakerja sebagai kritik terhadap penerapan Kartu Prakerja oleh pemerintah.
Kemudian pada bulan Mei 2020, Metta Dharmasaputra, pendiri Katadata Insight Center ikut merespon pro-kontra Prakerja.
Metta Dharmasaputra menyebut memang kelahiran Kartu Prakerja ibarat bayi prematur. Namun dengan berbagai pertimbangan, program ini adalah satu pilihan kebijakan ideal di tengah situasi yang tidak memberi banyak kemungkinan gerakan.
Kelebihan dan kekurangan Kartu Prakerja mesti dijadikan evaluasi. Ke depannya bentuk pelatihan bisa divariasi dalam bentuk tatap muka daring. Bukan hanya belajar melalui modul video satu arah.
Ilustrasi Pro-Kontra Prakerja
Keterlibatan platform digital juga menjadi satu hal yang banyak disorot berbagai komentar tentang Kartu Prakerja. Agustinus Edy Kristianto, CEO dan founder Gresnews.com, mengkritik perihal skema membeli video di platform digital.
Agustinus menganggap hal tersebut semacam praktik monopoli APBN dengan meminjam tangan peserta. Ia mempertanyakan hitungan keuntungan yang didapat oleh platform digital terkait di dalam penyelenggaraan program ini.
M. Fadhil Hasan, seorang ekonom senior Indef, menyebut hal serupa terkait opini tentang kartu prakerja. Bahwa memang keterlibatan platform digital tertentu sangat besar persentasenya. Yaitu sebesar 60%.
Dalam komentar tentang Kartu Prakerja yang dimuat di opini.harianjogja.com ini, Fadhil menyebut bahwa hal tersebut bisa memicu pelanggaran persaingan usaha.
Oleh karena itu Fadhil menyarankan agar pemerintah mengevaluasi pemerataan keterlibatan platform digital lain.
Selain itu Fadhil juga menyorot payung kementerian yang membawai pelaksanaan program ini. Sampai pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18 ini program tersebut berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut Fadhil, pemerintah perlu mempertimbangkan pengalihan program ini kepada Kementerian Tenaga Kerja.
Baca juga: Daftar Masalah Kartu Prakerja yang Sering Dihadapi Peserta
Komentar Terkini
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah juga memberi komentar tentang Kartu Prakerja dalam sudut pandang pengamatan selama pelaksanaan setahun ini.
Piter menyebut program ini memberikan efek berlapis. Di satu sisi membuka akses pelatihan bagi pencari kerja. Di sisi lain memberi akses lapangan pekerjaan bagi lembaga program pelatihan.
Senada dengan masukan M. Fadhil Hasan, Piter menyebut tentang perluasan akses pelatihan bisa diarahkan pada program pemerintah khususnya program-program Kementerian Tenaga Kerja.
Komentar tentang Kartu Prakerja tersebut disampaikan Piter dalam siaran langsung, pemaparan hasil survei Persepsi Penerima Kartu Prakerja di channel YouTube Cyrus Network, Kamis 20 Mei 2021 lalu.
Manakah di antara komentar tentang Kartu Prakerja tersebut yang akan dirasakan evaluasinya pada pelaksanaan Gelombang 18 ini? SIlahkan baca panduan dan informasi Prakerja 2021 di sini.
