YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Di era saat ini banyak bermunculan anak muda dengan ambisi dalam bisnis. Beberapa dari mereka memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk sukses menjadi pengusaha muda, namun tidak sedikit juga yang melakukannya karena keadaan. Pada masa pandemi ini, kita dapat mengamati mereka yang awalnya tidak memiliki niat untuk terjun dalam dunia bisnis malah berpindah haluan dan fokus dalam dunia bisnis.
Youngpreneur atau semangat berwirausaha di usia muda ini menjadi penting ketika persaingan di dunia kerja semakin ketat dan lapangan pekerjaan yang tersedia semakin sempit. Ketika tidak mendapat pekerjaan di suatu perusahaan, kita dapat membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
Hadirnya pengusaha muda dewasa ini sangat berarti bagi perkembangan perekonomian negara dan secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan hidup dari pelakunya. Berdasarkan hal ini, Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (HM Humas) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) mengangkat tema ini ke dalam webinar Creative Talk #2 dengan tajuk “Youth Action : Getting Ready For Youngpreneur”.
Baca Juga : HM Humas UPN Veteran Yogyakarta Berbagi
“Harapan saya dengan adanya webinar ini dapat memotivasi peserta webinar untuk membangun usaha dari awal tanpa ada keraguan,” ungkap Ketua Panitia Acara, Syahfira Nur Aulia.
Hal senada juga diungkapkan, Koordinator Prodi Humas UPNVYK, Dewi Novianti. “Peluang usaha semakin ketat, saatnya kita membuka peluang sendiri dan tidak bergantung pada perusahaan,” katanya.
Webinar yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 September 2021 ini diikuti oleh 100 peserta. Pada kesempatan pertama, hadir Amelinda Inggriani Rahardjo yang merupakan Owner Bloomery Cake & Patisserie dan Hendy Murti Sagita Pratama selaku Owner Fakelab.
Amelinda berbagi pengalaman dirinya yang mulai dan mengelola usaha di usia muda. Melalui pengalamanya dia menyalurkan semangat di tengah pandemi Covid-19, adanya pandemi ini dijadikannya sebagai peluang usaha.
“Karena adanya pandemi ini jadi bisa berpikir kreatif dan juga lebih fleksibel, soalnya aku juga masih kuliah,” tutur Amelinda Owner Bloomery yang juga mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM).
Sedangkan Hendy Murti banyak memberi tips kepada anak muda yang ingin memulai usaha. “Seorang wirausaha harus peka terhadap trend di media sosial. Dalam membuat produk harus selalu liat tren misalnya di Tiktok, kemudian tentukan target dan promosi lalu sesuaikan dengan produk yang akan kita buat,” ungkapnya.
Hendy juga berbagai cerita usaha Fakelab yang pernah jatuh karena adanya bajakan dan pandemi. Namun hal tersebut tidak membuat Hendy menyerah dan memilih mencari jalan keluar. “Bisnis ku pernah hancur karena ada bajakan, disitu aku hanya berpikir bagaimana produk ini bisa terjual lagi akhirnya memilih seperti bazar-bazar clothing dan bisnisku udah mulai eksis lagi dengan menemukan jalan lain yaitu di expo gallery event,” katanya.
Karena adanya pandemi usaha Hendy jatuh lagi karena tidak ada event. “Bisnisku jatuh lagi karena pademi , jadi gak mungkin ada event saat pademi. Namun akhirnya move ke penjualan online dan sampai hari ini sudah mencapai target dan sudah ada 10 ribu penilaian di Shopee,” terangnya. (cdr)
