RUSIA, BERNAS.ID – Rusia mengeluarkan ancaman kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk tidak mengganggu Semenanjung Crimea. Jika tetap nekat mengganggu, Perang Dunia Ketiga akan pecah.
Hal itu disampaikan Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia kepada situs Argumenty i Fakty, seperti diberitakan Reuters, Selasa (28/6). “Crimea merupakan bagian dari Rusia. Setiap upaya mengusik Crimea berarti deklarasi perang terhadap negara kami,” kata Medvedev.
“Apabila dilakukan salah satu anggota NATO, ini berarti konflik dengan seluruh sekutu Atlantik Utara, Perang Dunia Ketiga. Sebuah bencana total,”imbuh Medvedev.
Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir
Di sisi lain, Medvedev juga mengingatkan konsekuensi jika Finlandia dan Swedia benar-benar gabung NATO. Menurutnya, Rusia akan memperkuat pertahanan di sekitar perbatasan dengan kedua negara itu.
Sebagai langkah nyata, Medvedev menyebut Kremlin telah siap untuk melakukan pembalasan yang nyata dengan rencana memasang rudal hipersonik Iskander di depan ‘halaman’ Swedia dan Finlandia.
Baca Juga Buya Syafii Ingin Hidupkan Kembali Muhammadiyah Di Kampung Halamannya, Sumatra Barat
Saat ini, NATO masih membujuk Turki agar menyetujui Swedia dan Finlandia bergabung denga aliansi tersebut. Turki merupakan satu-satunya anggota NATO yang menolak dua negara itu bergabung di pakta pertahanan tersebut.
Akibat penolakan Ankara, Swedia dilaporkan menggelar konsultasi dengan NATO. Namun, diplomat senior NATO menyebut perselisihan antara Turki dan dua negara Nordik itu lebih terkait politik dibandingkan masalah teknis soal persyaratan masuk aliansi tersebut.
Crimea yang sebelumnya bagian dari Ukraina, lalu Rusia melakukan aneksasi pada tahun 2014. Lalu, mendeklarasikan semenanjung di selatan Ukraina itu merupakan bagian dari Federas Rusia. (Jat)
