SLEMAN, BERNAS.ID- Sayur organik menjadi salah satu solusi untuk hidup lebih sehat karena beberapa alasan. Pertama, sayur organik biasanya ditanam tanpa menggunakan pestisida atau pupuk kimia sintetis, sehingga mengurangi resiko paparan bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Kedua, metode pertanian organik cenderung lebih ramah lingkungan karena menjaga kesuburan tanah dan mengurangi polusi air.
Selain itu, sayur organik dapat memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayur anorganik. Konsumsi sayur organik juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang berfokus pada kesejahteraan ekosistem dan kesehatan jangka panjang.
Pada tanggal 29-30 Mei 2024 Mahasiswa Prodi Agribisnis, minat Sarjana Enterpreneur Agribisnis (SEA) Fakultas Pertanian Institut Pertanian Stiper Yogyakarta yang juga didampingi oleh tim dosen, melakukan Praktik Lapangan (PL) di UMKM Lollorosa. Mahasiswa Prodi Agribisnis Minat SEA, Institut Pertanian Stiper berjumlah tiga orang yang diketuai oleh Naufal berkesempatan untuk belajar dan berbagi ilmu dengan UMKM Lollorosa. UMKM Lollorosa berlokasi di Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Ibu Titik selaku owner sayur organik Lollorosa ikut langsung mendampingi dan membimbing dalam kegiatan PL mahasiswa. Pada hari pertama mahasiswa dikenalkan dengan berbagai macam sayur organik di Lollorosa.“Kami sangat senang dengan kunjungan mahasiswa Instiper, mereka memiliki semangat positif untuk belajar mengenai seluk beluk bisnis sayur organik,” ucap Titik owner UMKM Lollorosa.
“Kami mendapatkan ilmu dan wawasan yang banyak, diajarkan dari awal barang datang sampai pemasaran, serta strategi meningkatkan penjualan dan upaya mengatasi risiko bagaimana manajemen usaha yang efektif,” kata Naufal, selaku Ketua PL.
Pada hari kedua, mahasiswa diajak oleh Bapak Sanjaya terjun langsung ke petani mitra di Dusun Candi, Purwobinangun, Sleman. Mahasiswa diajak untuk mengamati, mempelajari dan berdiskusi mengenai teknik budidaya, sortasi, rantai pasok bisnis sayuran organik hingga distribusi sayuran organik ke UMKM Lollorosa.
“Kami sangat terbuka diskusi dengan mahasiswa agribisnis, Instiper Yogyakarta yang sedang PL, terlebih kami banyak bertukar pendapat, wawasan, dan strategi bisnis pertanian. Kami percaya anak muda itu sangat kreatif dan inovatif, yang mana itu sangat fiperlukan dalam dunia bisnis”, ujar Sanjaya.
Melalui kegiatan UMKM yang bermitra dengan petani diharapkan akan muncul generasi wirausaha yang berani bertanggung jawab, inovatif dan berani dalam hal apapun untuk menghindari pengangguran agar terjadinya pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat bagi masyarakat sekitar. Begitu juga dengan komoditas sayur, mengkonsumsi sayur organik tubuh akan jauh lebih sehat, ramah lingkungan, nutrisi lebih tinggi, mengurangi resiko penyakit, dan mendukung kesejahteraan petani. (*)
Oleh Muhammad Haidar Naufal Al Ansori, Anindya Nabila Eugeniaszahra, Fatqur Rahman, Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Stiper
