YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Touring komunitas vespa tua pulang-pergi Yogyakarta-Bau-Bau bertajuk Independence Ride akhirnya mencapai finish di Kota Yogyakarta, Senin sore (26/8). Kurang lebih, mereka menempuh jarak sekitar 4000 kilometer dengan waktu kurang lebih 20 hari.
Touring ini dimulai pada tanggal 5 Agustus dengan berkonvoi menuju Surabaya untuk naik kapal menuju Sulawesi. Para peserta touring menggunakan vespa keluaran mulai dari tahun 60-an hingga 90-an.
Ada banyak cerita seru yang diperoleh dari touring Yogyakarta ke Bau-bau, Sulawesi Tenggara ini. Salah satunya, dari pengendara vespa tua, Yuniar Uun yang melihat banyak hal menakjubkan, tidak pernah ditemuinya di Pulau Jawa. “Sangat seru. Pertama kali menginjak tanah Sulawèsi. Jauh dari ekspektasi, banyak tempat mengagumkan. Banyak hal yang tidak ditemuin di Jawab,” tuturnya ke awak media.
“Buatku perjalanan ini sangat seru dan membekas karena ini kebetulan jadi riding terjauhku selama ini,” imbuh Uun yang dikenal banyak orang di media sosial sebagai tokoh Bajaj Prindavan.
Salah satu cerita seru dalam perjalanan, Uun menceritakan vespanya yang sudah mogok saat baru menempuh 5 kilometer di kawasan Janti, Yogyakarta. Ia sempat berniat untuk pulang ke rumah, tapi temannya membantu mendorong vespanya dengan step sampai Surakarta.
Lepas bersandar di Makassar, rombongan Vespa yang juga dibersamai Harley Davidson dari komunitas Black Angel bergerak ke Toraja sampai Kolaka untuk menyeberang ke Pulau Buton, lalu perjalanan ke Kota Bau Bau. Pengalaman menariknya dari Makassar ke Toraja, konvoi banyak menemui titik longsor, bahkan melewati jalan habis longsor. Uun merasa heran vespa tuanya juga bisa diajak untuk offroad.
“Kami disambut luar biasa di Sulawesi, bahkan ada momen ketika salah satu motor mogok, kami berhenti di depan rumah dan tiba-tiba ibu pemilik rumah memberikan satu teko kopi panas. Keramahan masyarakatnya luar biasa selain bentang alamnya yang indah,” kisah Uun.
Terkait kuliner, Uun merasakan keistimewan yang tidak pernah ditemuinya seperti kuliner berbahan daging dan ikan segar yang kaya bumbu rempah ketika di Bau-bau. Ia pun berpesan agar selagi masih bisa untuk mengunjugi tempat-tempat yang indah di Indonesia meski menggunakan motor tua seperti vespanya yang diproduksi tahun 79.
Saat di Bau Bau, komunitas Vespa dari Jogja mengikuti upacara peringatan 17 Agustus. Mereka mendapat sambutan luar biasa bahkan langsung oleh Pj Walikota Bau Bau. Bahkan, juga digelar kegiatan Coaching Clinic sebagai edukasi untuk anak-anak sekolah dengan mengundang desainer muda kelas internasional dari Jogja untuk menginspirasi menggali potensi diri. Anak-anak diajarkan cara membuat desain baju dari skecth, serta melakukan prakteknya.
Sementara, Creative Manager Global Klik yang menginisiasi Independence Ride, Star Munte juga merasa sangat terkesan dengan sambutan masyarakat Sulawesi. Banyak komunitas motor yang ikut meramaikan kehadiran mereka, bahkan menemani dalam perjalanan. “Rencananya, dari dokumentasi yang ada, akan dibuat dalam series film.
“Dari Makassar bahkan ada satu yang ikut riding sampai di Jogja ini. Kami dapat eksposure tinggi untuk Independence Ride di sosial media dan di sepanjang perjalanan. Kami sangat senang bisa ikut ambil bagian dalam acara ini,” jelas Star Munthe.
Ke depan, ia sedang merancang perjalanan dengan konsep berbeda sedang digagas yakni menuju Sabang. Mereka akan berkendara dan menjelajah sejarah kopi di Indonesia hingga ujung barat.
“Setelah ini kami akan mengarah ke barat menuju Aceh. Tema kami eksplorasi kopi Nusantara dan belajar sejarah kopi di Indonesia. Bukan hanya sekadar tarik gas tapi belajar sejarah dan nilai budaya,” pungkasnya. (jat)
