YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Fitness Professional Academy menyelenggarakan Pro Talk Fitnessverse sebagai rangkaian acara dari Warmadewa International Conference on Travel Medicine (WICTM). Fitness Professional Academy mengangkat tema “Universal Wellness Summit, Connecting Minds, Elevating Bodies, Nurturing Souls”.
Acara ini turut dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai Indonesia secara luring maupun daring. Acara Pro Talk Fitnessverse diselenggarakan selama dua hari, yakni tanggal 31 Agustus 2024 hingga 1 September 2024 di Gelanggang Inovasi Kreasi Universitas Gadjah Mada.
Sebagai lembaga pelatihan bagi para calon professional trainer, Pro Talk Fitnessverse menghadirkan beberapa narasumber dengan latar belakang terkemuka, seperti Dith Satyawan sebagai pendiri Fitness Plus Indonesia, Dr. Harryadin Mahardika sebagai Co-Founder sekaligus CEO Fitness Plus Indonesia, Prof. dr. Laksono Trisnantoro sebagai profesor Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Tanjung Subrata sebagai CEO dari Fitness Professional Academy, dan dr. Phaidon L. Toruan sebagai akademisi sekaligus praktisi bidang kesehatan.
Dith Satyawan sebagai pendiri Fitness Plus Indonesia mengajak para peserta untuk mengikuti acara diskusi dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan fitness 24 jam yang akan ada di GIK, UGM. “Anak-anak UGM tidak hanya memiliki kompetensi Akademik, tapi kompentensi motorik,” tuturnya dalam sambutannya.
Ia pun mengajak para peserta untuk memaksimalkan diri pada acara Pro Talk Fitnessverse karena memiliki manfaat yang banyak sekali.
Garin Nugroho, mewakili Creative HUB GIK UGM mengatakan era ini, eranya tubuh, kesehatan, pengetahuan, serta keterampilan sehingga sangat relevan mengangkat tema wellness. Keempatnya itu menjadi bagian dari gaya hidup yang berhubungan dengan kebugaran.
“Kebugaran tidak hanya semata-mata tentang tubuh, tapi bugar dalam pikiran. Cara berpikir untuk menjadi manusia yang sehat antara tubuh, kesehatan, pengetahuan, serta ketrampilan,” ucap Garin.
Kepala Biro Pelayanan Terpadu UGM, Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes mengatakan pihak kampus sangat mendukung kegiatan kebugaran mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM. Untuk itu, melalui diskusi tersebut, perlu mencari model atau metode yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan untuk membangun tubuh sehat melalui pendidikan kebugaran yang sistematis.
“Berdasarkan survei kesehatan Indonesia mengenai kesehatan mental, ada permasalahan besar di sana. Apakah cukup konseling? Ternyata tidak, karena harus diimbangi dengan kegiatan fisik yang terencana dan sistematis agar benar-benar bugar dan meningkatkan penampilan dari sisi estetik,” terang dr Andreasta.
Lanjut tambahnya, UGM sangat mendukung kegiatan pembinaan olahraga sivitas UGM agar mampu menghadapi tekanan seperti akademik dan sosial. Harapannya, tidak hanya mengembangkan potensi akademik, bisa meningkatkan kebugaran fisik dan social skill agar mantap saat masuk di dunia kerja,” ucapnya.
“Saya berharap melalui diskusi ini, para peserta akan mendapatkan wawasan wellness dan meningkatkan kebugaran mahasiswa, tenaga pendidik, dan dosennya,” tukasnya.
Acara hari pertama dibuka oleh pemaparan materi dari dr. Tanjung Subrata yang menjelaskan terkait prinsip dasar dalam berolahraga. Selain itu, dr. Tanjung Subrata juga menyampaikan materi tentang anatomi tubuh dan prinsip dasar biomekanik dalam tubuh.
Hari pertama ditutup dengan materi terakhir mengenai pelatihan daya tahan tubuh. Acara semakin meriah karena diwarnai sesi tanya jawab dari beberapa peserta yang aktif bertanya.
Pada hari kedua, acara semakin intensif karena kehadiran beberapa narasumber lainnya Sesi pertama kembali dibuka oleh dr. Tanjung Subrata dengan materi terkait keamanan dalam berolahraga. Setelah pemaparan dr. Tanjung Subrata, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Aristo Setiawan mengenai latihan fungsional. Dr. Aristo Setiawan menegakan bahwa latihan ini sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari.
Setelah peserta memahami beberapa prinsip dasar fitness, dr. Tanjung Subrata membuka sesi Fitness Testing. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memperagakan aktivitas fitness yang sesuai dengan pemaparan materi para narasumber. Para peserta terlihat antusias untuk melakukan Fitness Testing yang dinilai langsung oleh dr. Tanjung Subrata. Manfaat adanya fitness testing adalah untuk mengedukasi dan memotivasi para peserta untuk memahami konsep dan teknik fitness secara tepat.
Acara berlanjut dengan pemaparan Exercise Program oleh dr. Tanjung Subrata. Pada kesempatan ini, peserta diajarkan mengenai konsep membangun rencana workout atau latihan yang efisien dan tepat agar mencegah cedera. Sebagai seorang dokter sekaligus akademisi di Warmadewa College, dr. Tanjung Subrata juga mengimbau peserta tentang betapa pentingnya pemanasan dan pendinginan saat melakukan workout.
Setelah beberapa sesi bersama dr. Tanjung Subrata yang diiringi dengan beberapa tanya jawab, keseruan acara Pro Talk Fitnessverse masih berlanjut dengan pemaparan materi terkait nutrisi oleh dr. Phaidon L. Toruan. Sebagai pakar dan konsultan gizi bagi atlet nasional Thailand untuk Paris Olympics 2024 lalu, dr. Phaidon membagikan ilmunya terkait pentingnya nutrisi sebagai daya tahan tubuh selama berolahraga, khususnya saat workout.
Rangkaian acara Pro Talk Fitnessverse diakhiri bersama dua narasumber yakni Dith Satyawan dan Harryadin Mahardika selaku Founder dan Co-Founder Fitness Plus Indonesia. Sesi terakhir ini membahas mengenai Fitnesspreneur and Digital Marketing.
Setelah sukses mendirikan jaringan Mega Gym 24 Jam yang telah tersebar di 19 cabang, kedua narasumber membagikan rahasia membangun bisnis kebugaran yakni melalui strategi pemasaran digital atau digital marketing.
Fitness Professional Academy sebagai pusat pelatihan professional trainer selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan para pegiat fitness dan gym yang ingin memiliki peluang karir dalam industri kebugaran. Sejalan dengan visi utama Fitness Professional Academy, Pro Talk Fitnessverse adalah salah satu cara untuk memberikan pelatihan yang terstruktur, resmi, bersertifikat, dan menghadirkan narasumber dengan latar belakang kompetensi yang sesuai.
Fitness Professional Academy, Pelopor Pelatihan Pelatihan Professional Trainer di
Indônesia
● Fitness Professional Academy atau FPA adalah sebuah lembaga pendidikan
berbentuk badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha Jasa Pendidikan
Olahraga serta Rekreasi, khususnya dalam bidang Pendidikan Kebugaran. Lembaga
ini didirikan sejak tahun 2019 dan resmi mendirikan badan usaha berbentuk
Perseroan Terbatas dengan nama PT. Fitnes Profesional Akademi.
● Fitness Professional Academy telah berkolaborasi dengan lebih dari 10 cabang
Fitness Plus di Indonesia, juga dengan Warmadewa College dan Universitas Gadjah Mada.
● Salah satu pendidikan unggulan yang dimiliki adalah Certified Personal Trainer atau CPT yang memiliki kurikulum terstruktur serta berjenjang, yang terdiri dari 3 level antara lain Basic, Intermediate, hingga Advance, dan terangkum dalam 6 level pendidikan setara 120 jam SKS.
● Fitness Professional Academy mendirikan lembaga pendidikan yang sudah tersertifikasi oleh pemerintah dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali. (jat)
