SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sleman, Polresta Sleman, dan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) DIY menggelar panen raya di lahan tidur seluas 22 hektare di Gamplong IV, Sumberrahayu, Moyudan. Diproyeksikan akan mampu menghasilkan total panen sebanyak 193,6 ton padi.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengapresiasi hasil panen padi yang melebihi ekspektasi. Program optimalisasi lahan tidur ini diawali dengan kegiatan penanaman padi pada Selasa (11/6).
“Hasil panen sangat memuaskan, di luar perkiraan kami hanya 6-7 ton per hektare. Namun, berdasarkan penghitungan, hasilnya mencapai 8,8 ton per hektare,” terang Ardi kepada wartawan, Jumat (20/9).
Ia pun berkomitmen untuk mendukung keberhasilan program optimalisasi untuk dikembangkan di wilayah lain di Sleman. “Perlu dicatat, serangan hama minim, irigasi lancar, bibit unggul, dan teknik penanaman yang sempurna adalah faktor-faktor kunci yang harus kita terapkan di masa mendatang,” ujar Kombes Yuswanto.
Ia berharap Pemkab Sleman dapat mengadopsi metode optimalisasi lahan yang diterapkan di Gamplong Moyudan di lokasi-lokasi lahan tidur lain dengan tujuan memaksimalkan potensi pertanian yang ada.
“Bayangkan, ini baru 22 hektare dan hasilnya hampir 200 ton, tepatnya 193 ton. Jika kita bisa memperluas penerapan ini hingga 10 kali lipat, kita bisa menghasilkan sekitar 2.000 ton. Ini akan berdampak signifikan pada ketahanan pangan nasional, menekan inflasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban,” urai Kombes Yuswanto.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan panen raya di Gamplong merupakan bukti suksesnya pemanfaatan lahan tidur di Sleman Barat. Ia optimistis kerja sama dengan Forkompimda akan terus berkembang.
“Saya yakin, masih banyak lahan tidur di Sleman yang belum dioptimalkan. Ini bisa menjadi pilot project ke depan, terutama di Sleman Barat. Selain pemanfaatan lahannya, hasil panen pun dapat ditingkatkan,” tutup Danang. (Jat)
