JAKARTA, BERNAS.ID – Komisi I DPR RI bakal menggelar rapat kerja (Raker) bersama Menteri Pertahanan (Menhan), yang juga presiden terpilih, Prabowo Subianto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024). Prabowo tiba sekitar pukul 14.30 WIB.
Hadir juga dalam rapat tersebut Menlu Retno Marsudi dan Menkumham Supratman Andi Agtas. Raker bersama DPR RI guna membahas RUU kerja sama pertahanan.
Prabowo datang dengan menumpangi mobil Alphard berwarna putih dengan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan 1-00. Dirinya langsung disambut oleh sejumlah anggota parlemen, di antaranya Pimpinan Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Sugiono dan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Budi Djiwandono.
Saat Prabowo berjalan menuju Lantai 2 Gedung Nusantara II, sejumlah kader Gerindra yang hadir pun langsung meneriakan yel-yel “Salam Indonesia Raya, Gerindra!”
Gedung Nusantara II tempat ruang rapat Komisi I berada tampak dijaga oleh beberapa personel Brimob. Terlihat 6 orang anggota Brimob menggunakan seragam hitam tanpa membawa senjata.
Awalnya raker bakal digelar pukul 14.00 WIB. Namun hingga pukul 14.20 para menteri yang diundang belum hadir di ruang rapat. Rapat juga belum dibuka oleh pimpinan Komisi I.
Seperti diketahui, RUU kerja sama pertahanan adalah rancangan undang-undang yang mengatur kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan negara lain.
Kerja sama pertahanan ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara, serta menjaga perdamaian dunia.
Berkaitan dengan pembahasan hari ini, rapat kali ini merupakan tindak lanjut usaisembilan fraksi di Komisi I DPR menyatakan mendukung ratifikasi rancangan undang-undang (RUU) kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan lima negara, yaitu Brasil, India, Kamboja, Prancis, dan Uni Emirat Arab (UAE).
RUU kerja sama pertahanan tersebut dibahas dalam rapat Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra, Juni lalu.
“Pembentukan kerja sama ini semakin penting dilakukan karena dapat meningkatkan ketahanan nasional Indonesia di tengah dunia yang semakin dipenuhi ketidakpastian, dan rivalitas geopolitik semakin tajam,” kata Menlu Retno.
Retno menjelaskan bahwa kerja sama pertahanan tersebut akan dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip yang dipegang Indonesia, antara lain, politik luar negeri bebas aktif.
“Dan saya tekankan bahwa kerja sama ini bukan merupakan pakta pertahanan atau aliansi militer, tetapi penguatan kerja sama dan confidence building measures dalam rangka turut menjaga integritas wilayah Republik Indonesia dan memperkuat pertahanan serta ikut menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya. (DID)
