SLEMAN, BERNAS.ID- Komunitas mahasiswa asal Sleman yang tergabung dalam Aliansi Muda Sleman Bersuara mengharapkan pemimpin baru terpilih Pilkada 27 November nanti untuk fokus mengatasi berbagai permasalahan anak-anak muda. Dua di antaranya, kejahatan jalanan dan minuman keras.
Dwi Nurhidayat, perwakilan Aliansi Muda Sleman Bersuara mengatakan kekerasan jalanan dan peredaran minuman keras (miras) masih menjadi persoalan yang belum selesai di Kabupaten Sleman. Ia menilai dua persoalan tersebut seolah dinormalisasi dan terkesan tindakan biasa terutama di daerah pelosok.
Baca Juga Kepala Dispertaru DIY Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa
“Klitih menjadi problem utama di Kabupaten Sleman. Dari dulu tidak ada upaya konkret untuk menyelesaikannya. Untuk mengantisipasi klitih, pemerintah kabupaten seharusnya memfasilitasi wadah berekspresi bagi anak muda. Jangan hanya fokus pada infrastruktur,” tuturnya kepada awak media, Kamis (31/10).
Lanjut tambahnya, maraknya aksi kejahatan jalanan cukup mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan, khususnya Sleman yang memiliki banyak kampus. Ia bersama rekannya sesama mahasiswa turut merasakan dampaknya, yaitu merasa khawatir jika harus pulang malam selepas mengikuti kegiatan kampus.
Dwi menduga selama ini menitikberatkan penanganan kejahatan jalanan hanya diserahkan kepada kepolisian sehingga persoalan tersebut tidak pernah selesai. Keadaan semakin diperparah dengan peredaran miras di wilayah Sleman yang mudah didapatkan.”Miras ini, transaksi di Sleman sangat mudah bahkan anak-anak belum umur. Ini harus menjadi perhatian,” katanya.
“Kami harap pemimpin terpilih nantinya bisa mengatasi permasalahan tersebut, karena jelas-jelas hal itu merusak generasi muda. Kami juga berharap pemimpin yang punya kompetensi dan visi yang jelas, bukan semata karena hubungan keluarga,” pungkas Dwi. (jat)
