SLEMAN, BERNAS.ID– Hari ini, Senin, 27 Januari 2025, tembok temporer sekitar Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM dihiasi mural-mural dan coretan berwarna yang bernuansa kritis. Meski bukan bagian dari rencana resmi Simposium ARKIPELAGIS pada Selasa (28/1/2025), aksi ini dianggap sebagai ekspresi spontan seniman dalam merespon tema besar “Refleksi Kebudayaan” yang akan dibahas di acara tersebut.
Mural-mural penuh warna telah hadir di dinding-dinding sekitar Joglo sejak pagi hari. Setiap goresan mencerminkan berbagai perspektif budaya dan isu-isu sosial yang relevan dengan tema Simposium ARKIPELAGIS.
Baca juga: Pameran Lukisan dan Mural Unik Bertema Panji-panji
Bayu Kristiawan, salah satu panitia acara, menegaskan, aksi mural ini bukan bagian dari inisiatif resmi panitia. Namun, ia melihatnya sebagai bukti nyata, bahwa diskusi yang diangkat ARKIPELAGIS telah memicu respons kreatif dari komunitas seniman lokal.
“Mural ini mungkin mengundang pro dan kontra, tetapi ini adalah wujud nyata dari dialog budaya. Kami ingin tetap menjaga ruang publik nyaman, namun juga menghargai seni sebagai ekspresi yang memicu diskusi,” ujar Bayu.
Baca juga: Komik Dagingtumbuh Vol. 20 Diluncurkan, Diikuti Serangkaian Acara Menarik
Simposium ARKIPELAGIS akan digelar esok hari, 28 Januari 2025, dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB di Joglo GIK UGM. Acara ini bakal menampilkan berbagai sesi, seperti kuliah umum, diskusi interaktif, hingga pertunjukan seni menjadi bagian dari upaya merefleksikan kerja budaya masa lalu dan masa depan. Bayu menambahkan, seni dalam berbagai bentuknya, merupakan jembatan untuk menyampaikan ide-ide besar dan menginspirasi perubahan.
“Kami berharap, mural-mural ini mengundang lebih banyak orang untuk hadir dan ikut terlibat dalam dialog kebudayaan yang mendalam,” tandasnya. (den)
