PALU, BERNAS.ID – Pernyataan PT. Bumi Resources Minerals (BRM) dan anak usahanya, PT. Citra Palu Minerals (CPM), yang menyebutkan bahwa operasional tambang Poboya telah memenuhi semua regulasi dan persyaratan yang berlaku, mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Sulawesi Tengah (LMND Sulteng) melalui Pelaksana Ketua (Pjs), Azis, menyampaikan harapan agar aspek transparansi dan akuntabilitas dalam operasional tambang terus ditingkatkan. Menurutnya, penting bagi perusahaan untuk terus mengevaluasi dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Baca Juga : Pengamat Sebut Usulan Hak Pengelolaan Tambang oleh Perguruan Tinggi Langgar UU Pendidikan
“Kami menilai masih ada banyak hal yang perlu diperjelas terkait dampak aktivitas pertambangan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Seharusnya, PT. CPM lebih transparan dalam menyampaikan laporan pengelolaan lingkungannya kepada publik dan instansi terkait,” ujar Azis.
LMND Sulteng menyoroti pentingnya sistem pemantauan lingkungan yang optimal, terutama dalam hal kualitas udara di sekitar area tambang. Mereka mendorong agar setiap alat pemantauan udara yang digunakan dapat bekerja sesuai standar dan diperiksa secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa lingkungan sekitar tetap dalam kondisi yang aman bagi masyarakat.
“Kami mendengar banyak keluhan masyarakat mengenai kualitas udara di sekitar tambang. Oleh karena itu, pemasangan dan pemantauan alat ukur udara harus dilakukan secara berkala agar masyarakat mendapatkan jaminan lingkungan yang sehat,” tambah Azis.
Baca Juga : Webinar Seminar Nasional “Tepatkah Pemberian Izin Tambang untuk Perguruan Tinggi?,”
Selain itu, LMND Sulteng juga menekankan pentingnya pelaporan pengelolaan lingkungan yang transparan kepada pihak terkait, guna memastikan bahwa semua aspek operasional telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, LMND Sulteng berharap agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di Poboya. Mereka juga mendorong adanya pengawasan lebih lanjut dari instansi terkait guna memastikan bahwa standar keselamatan dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan industri.
“Kami mendorong agar ada audit lingkungan yang kredibel dan independen terhadap aktivitas PT. CPM. Evaluasi ini penting agar ada kepastian bahwa kegiatan pertambangan tidak menimbulkan dampak buruk bagi warga sekitar,” tegas Azis.
Dengan adanya berbagai masukan ini, LMND Sulteng berharap agar pihak perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan keberlanjutan lingkungan. Transparansi dan keterbukaan informasi diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam memastikan keberlangsungan industri yang bertanggung jawab serta ramah lingkungan. (DID)
