SLEMAN, BERNAS.ID- Instiper Yogyakarta melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk kerjasama meningkatkan produksi pangan di bidang pertanian dan perkebunan. Kerjasama ini akan berjalan selama 5 tahun ke depan setelah kerjasama diteken.
Rektor Instiper Yogyakarta, Dr. Harsawardana mengatakan kerjasama dengan Bappenas menjadi momentum yang bersejarah karena baru pertama kalinya. Ia pun menyambut baik tawaran kerjasama tersebut karena membuka kesempatan yang luas untuk berkontribusi pada bangsa dan negara.
“MoUnya pada kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, riset, dan inovasi. Kemudian, di bidang pengembangan pertanian berkelanjutan, serta kolaborasi industri, pemerintah, dan perguruan tinggi,” tutur Rektor Harsawardana.
Baca Juga Ditpolairud Polda DIY Tebar 5000 Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Ia berharap Kerjasama ini dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Komoditas yang ingin ditingkatkan seperti padi, jagung, kedelai, tebu, dan pengembangan makanan lokal spesifik dari wilayah tertentu.
“Dengan pengembangan, nantinya sektor pangan akan menjadi lebih kuat karena kebutuhan ke depan akan selalu meningkat,” kata Rektor.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan Instiper Yogyakarta memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi pangan, terutama di bidang perkebunan.
“Semua komponen untuk membangun Indonesia emas ada di sini. Pusat pendidikan dan inovasi pertanian berkelanjutan harus datang dari Instiper,” kata Rachmat.
Rachmat mengatakan komoditas pangan ke depan akan semakin mahal seperti jagung, kopi, dan coklat. Alhasil, bekerjasama dengan Instiper akan mengurangi beban tugas Bappenas untuk menyelesaikan persoalan di sektor pangan.
“Salah satunya, peminum kopi setiap hari ada tiga miliar cangkir. Instiper harus menciptakan jenis kopi yang tahan iklim,” tukasnya. (jat)
