JAKARTA,BERNAS.ID – Menyambut seiring Bulan Ramadan 1446 H, Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA), berbicara tentang kepedulian, kesetaraan dan kesempatan beribadah bagi seluas luasnya umat Muslim di Indonesia. Langkah itu mendapat respon positif dari Masjid Istiqlal, yang mendukung penuh inisiatif program RAMA mengedukasi kesadaran masyarakat tentang pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di tempat ibadah, tempat umum serta di rumah pribadi.
Pada Kamis (13/3/2025), digelar pertemuan antara Ketum Rama Iqnal Shalat Sukma Wibowo S.Kom, M.Kom didampingi Sekjen RAMA Athika Batangtaris, dengan para Imam mewakili Masjid Istiqlal. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif.
Dalam pertemuan itu RAMA mempresentasikan fasilitas wudhu yang ramah dan mudah diakses bagi penyandang disabilitas, melalui Wudhu Berkah.
Baca Juga : INH Gelar Kajian Palestina dan Berbagi Hidangan Kebaikan Ramadan di Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi
Wudhu Berkah telah menjadi mitra RAMA untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, dengan memberi dampak positif bagi Masyarakat Indonesia.
“Dan bukan suatu kebetulan, bahwa Masjid Istiqlal, sejak era Alm. Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah memiliki program Ramah disabilitas. Dengan kolaborasi ini, kami berkomitmen untuk menghidupkan kembali semangat bersama RAMA , ujar H. Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., MA, Direktur Pengembangan dan Kerjasama Filantropi ZISQU, dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).
Wudhu Berkah sejak 2020 berusaha memposisikan diri menjadi mitra untuk mewujudkan ibadah yang inklusif dan ramah bagi semua.
Baca Juga :7 Tips Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadan Agar Tetap Bugar
“Semoga RAMA dan Masjid Istiqlal dapat melanjutkan kerja sama dalam mengembangkan program-program lain yang mendukung penyandang disabilitas secara lebih luas, “ tambahnya.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan penuh dari Masjid Istiqlal,” kata Sekjen RAMA Athika Batangtaris.
Athika percaya bahwa kerja sama ini akan menjadi contoh bagi tempat-tempat ibadah lain di Indonesia untuk lebih peduli terhadap aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas dan memberikan akses yang lebih baik bagi penyandang disabilitas untuk menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. (FIE)
