YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Libur panjang Lebaran Idul Fitri 1446 H/ 2025, menjadi momen bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengisi waktu liburannya. Yogyakarta menjadi tujuan favorit wisatawan domestik ataupun mancanegara.
Menariknya, tak hanya hotel bintang lima, Yogyakarta juga memiliki penginapan dengan suasana rumah pedesaan yang asri dengan bangunan Jawa Tempo Doeloe seperti di Homestay Omah Eyang Cokro Hinggil, di Jl. Bimomartani No. 3, Area Sawah, Bimomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY.
Bangunan megah khas rumah Jawa ini pun menjadi alternatif wisatawan maupun masyarakat rantau yang mudik ke Yogyakarta saat momen Lebaran.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Manajer Omah Eyang Cokro Hinggil Muhammad Aurin Nagata mengatakan momen lebaran dimanfaatkan keluarga untuk mencari penginapan dengan suasana yang nyaman dan tenang.
“Kalau homestay ini kami menawarkan pengalaman menginap rasa di rumah keluarga gitu ya, rumah orang tua atau rumah nenek. Jadi mungkin bisa dilihat suasananya di sini seperti pada Jawa zaman dahulu gitu,” terang Nagata, Rabu (12/3).
Iringan musik gamelan yang diputar menambah romantisme, ditambah beberapa saung dan gemericik air di kolam yang didesain menyerupai sebuah perkampungan mini menambah kenyamanan saat berkumpul dan berbincang bersama keluarga
“Kalau saat ini masih menerima, tapi biasanya kalau Lebaran itu full. Jadi harapannya kalau mau menginap bisa memesan terlebih dahulu,” ucap Nagata.
Di samping suasana di kawasan Homestay, bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana rumah tempo doeloe juga dapat dilihat di dalamnya baik dari interior maupun peralatan dan furnitur di dalamnya. Bahkan dijelaskan Nagata, suasana khas pedesaan juga dapat dinikmati wisatawan ketika menginap. Baik dari aktivitas masyarakatnya, hingga persawahan.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
“Kita ada fasilitas-fasilitas yang bisa dipakai seperti sepeda dan motor listrik yang bisa dipakai untuk keliling desa,” ujar Nagata.
Untuk masing-masing kamar harga yang dipatok mulai dari Rp350 ribu, kalau yang homestay atau villa itu yang ukuran besar untuk keluarga besar itu dimulai dari Rp1,5 juta.
“Biasanya kami menerima pesanan yang mulai berdatangan itu sekitar seminggu sebelum lebaran sampai nanti mungkin lebaran sudah pada pulang,” tukas Nagata. (jat)
