YOGYAKARTA, BERNAS.ID- YAKKUM Emergency Unit (YEU) menggelar Lokakarya Pembelajaran IDEAKSI 2.0: Kepemimpinan Lokal untuk Inovasi Inklusif dalam Penanggulangan Bencana, Kamis (20/3). Lokakarya Pembelajaran bersama para inovator lokal dari masyarakat menghadirkan 15 inovasi dari berbagai wilayah di Yogyakarta.
Lokakarya yang dihadiri pemangku kepentingan seperti BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Akademisi dan lainnya ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mengidentifikasi masalah dari potensi dan sumber daya di wilayah masing-masing terkait tantangan kebencanaan.
Baca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul
Salah inovasinya, yaitu instalasi irigasi kabut atau embun di Gunungkidul yang membantu petani lansia untuk mengatasi kekeringan. Biasanya, petani menggotong atau membawa airnya sendiri sehingga bisa menghemat waktu, biasa, dan tenaga. Di DIY sendiri sudah ada 24 inovator IDEAKSI sejak 2021 hingga 2025.
Kemudian, Self Help Group Luhur Jiwo yang membuat inovasi Taman Taksi Kencana. Inovasi ini mewadahi kelompok disabilitas psikososial di wilayahnya untuk bertani seperti menanam bunga dengan tujuan kesiapsiagaan bencana. Selain sebagai interaksi sosial, juga sebagai upaya untuk menambah pendapatan.
Debora Dian Utami, selaku Direktur Yakkum Emergency Unit mengatakan kegiatan lokakarya pembelajaran IDEAKSI menjadi tahun yang keempat sejak diluncurkan tahun 2021. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk inovasi, tapi mampu menjawab kebutuhan kelompok beresiko.
“Mempertemukan atau membuka ruang dialog dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah dan sektor usaha, serta akademisi. Tujuannya, inovasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan lokal atau diketahui oleh pihak lain sehingga bisa diadopsi di tempat lain dengan kondisi kebencanaan yang sama,” terang Ami, panggilan akrabnya.
Ia pun berharap melalui lokakarya pembelajaran inovasi-inovasi lokal akan semakin berkembang dan dampaknya semakin besar kepada masyarakat. Ke depan, ia menyebut akan semakin banyak mendampingi inovator-inovator lokal untuk mengembangkan ide-idenya terkait kebencanaan.
Robertus Ali Sadikin, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY mengatakan pihaknya siap mendukung berbagai inovasi lokal dari masyarakat. Inovasi-inovasi akan dikolaborasikan dengan forum relawan dan kelompok-kelompok sosial di tingkat desa.
“Ditularkan ke kelompok pedukuhan yang lainnya agar semakin luas inovasinya. Kalau perlu di seluruh DIY,” kata Ali.
Lanjut tambahnya, BPBD DIY akan membantu fasilitasi dalam komunikasi dengan berbagai pihak. Ia pun mengapresiasi semangat para inovator, salah satunya bisa mengubah lahan menjadi produktif dengan ditanami sayuran yang akan bermanfaat saat terjadi kebencanaan. (jat)
