SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Pariwisata Sleman memprediksi pergerakan wisatawan nusantara selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 2025 sebesar 300 sampai 500 ribu orang. Rerata belanja wisatawan berada di kisaran 1 hingga 1,5 juta rupiah terkait akomodasi, makan minum, tiket masuk destinasi, belanja oleh-oleh, dan lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan rata-rata lama tinggal atau length of stay wisatawan berada di kisaran 2-2,25 hari. Sedangkan, rerata okupansi hotel di Kabupaten Sleman berada di antara 30 sampai 60 persen.
“Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 003/382 Tahun 2025 tertanggal 13 Maret 2025 yang ditujukan kepada pengelola destinasi, desa wisata, hotel, restoran dan pusat perbelanjaan terkait penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan pada saat libur Lebaran dan hari raya Idul Fitri 2025M/1446H di Kabupaten Sleman,” terang Zayid kepada awak media, Jumat (21/3).
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
Lanjut tambahnya, ada 10 poin penting untuk mewujudkan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan saat libur Lebaran 2025.
Pertama, memastikan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi pariwisata dan usaha pariwisata secara ketat.
Kedua, melakukan kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala, terutama untuk wahana dengan tingkat risiko secara rutin dan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas/wahana jika terdapat kerusakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan dan wisatawan.
Ketiga, dapat bekerjasama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat terkait penyediaan kebutuhan wisatawan guna meningkatkan perekonomian lokal.
Keempat, memastikan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata (penyediaan akomodasi, makan dan minum, cindera mata dan usaha lainnya yang mendukung kegiatan berwisata.
Kelima, mewaspadai perkembangan perubahan cuaca dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam.
Keenam, mematuhi dan mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi yang mengakibatkan perubahan status Gunungapi Merapi.
Ketujuh, melakukan kerja sama dan koordinasi dengan layanan kedaruratan dan keamanan terdekat seperti Rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, Kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, demi menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan.
Kedelapan, menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi Wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata, melalui kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala, terutama bagi pengelola jip wisata di Kawasan Kaliurang, Kawasan Kaliadem, dan Tebing Breksi.
Kesembilan, tidak menaikkan harga produk/layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan di tempat yang dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan dan mengelola sampah dan limbah yang timbul dari aktivitas di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan.
Kesepuluh, melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Usaha Jasa Pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman;
Bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan kondisi jip utamanya di kawasan Kaliurang dan Kaliadem; Melakukan penempatan petugas tambahan untuk membantu dalam pemungutan retribusi, utamanya di Gerbang Kaliurang.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata juga menyiapkan atraksi pentas hari raya di Tlogoputri, Kaliurang pada tanggal 5 April 2025 dan 6 April 2025, berupa pagelaran wayang kulit dengan lakon Gathotkaca Ngraman, pukul 12.30-16.30 WIB, dan pentas Jathilan, oleh Sanggar Seni Puspita Laras, pukul 10.00-15.30 WIB. (jat)
