JAKARTA, BERNAS. ID – Dalam rapat paripurna pembukaan masa persidangan III tahun 2024-2025, menyinggung soal persoalan global, efek dari kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, membacakan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani, Perang dagang (trade war) yang dipicu kebijakan tarif resiprokal ke banyak negara oleh Amerika, dari goncangan rantai pasok global, nilai tukar terhadap dolar Amerika, hingga risiko perlambatan perekonomian global.
Lanjutnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan China tidak bisa dikendalikan secara langsung oleh Indonesia. Namun Indonesia, layaknya mengendalikan arah angin, tetapi Indonesia bisa mengatur layar.
Baca Juga : Tim Negosiasi Tarif Trump Segera Berangkat Ke Washington DC, Ini Kata Airlangga
“Kita tidak bisa mengubah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, tetapi kita bisa menguatkan fondasi ekonomi kita sendiri,” tegas Dasco.
Untuk itu, perlu berbagai kebijakan untuk memperkuat fundamental perekonomian. Sebab dinamika perang dagang ini tidak akan selesai dalam waktu singkat. DPR memastikan akan mendukung langkah pemerintah dalam memitigasi berbagai dampak dan risiko yang akan dihadapi.
“Mendukung kebijakan perekonomian yang dapat menjaga kepentingan rakyat dan negara,” tambah Dasco.
Baca Juga : Sri Mulyani Sebut Tarif Trump Abaikan Ilmu Ekonomi
Sebagai tindak lanjutnya, DPR akan melakukan pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2026, bersama pemerintah dalam menyusun pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.
“Agar memberikan penguatan pada fundamental ekonomi nasional dalam mengantisipasi dinamika global yang tidak menentu,” pungkasnya.
DPR RI menggelar rapat paripurna pembukaan masa persidangan III tahun 2024-2025 di Gedung Nusantara II, DPR RI, Kamis (17/4/2025) yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, Saan Mustofa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. (FIE)
