YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dies Natalis Universitas Mahakarya Asia ke-48, 24 Mei 2025 bertajuk ” Japan Mahakarya Matsuri”. Kampus yang akan bekerjasama dengan Okayama University of science dihadiri oleh undangan dari internasional, nasional, LLDIKTI V, Instansi Pemerintahan, Artis, Para Seniman, beberapa Kampus sahabat dan Sekolah Menengah atas.
” Sakki, gakucho no josei wa subarashiku nihongo de kangei shite kudasaimashita ! ” sambutan Mr Hisashi Sakai dari JIC memuji kelancaran sambutan bahasa Jepang Rektor Universitas Mahakarya Asia Ir Tri Atmodjowati, MM.
“Salut untuk Universitas Mahakarya Asia, bisa jadi panggung seni budaya yang inklusif. Kampus dari 12 prodi dalam satu panggung kebudayaan. Kami sebagai undangan merasakan semangat dan kemeriahannya! Siap support untuk Mahakarya Asia!” komentar Dr Sukamto,SH,.M.H Satf Ahli Gubernur DIY saat menikmati banyak nuansa yang ditampilkan dari ceremonial, launching value GESIT, sedekah bumi, dan hiburan “.
Salah satu sesi acara adalah Pemaparan Materi dari prodi Sains Informasi Geografi ” Understanding Geospatial Industries Through GIS and UAV Technology”. “Salah satu wadah untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang geospasial khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi adalah melalui Program Studi Sains Informasi Geografi. Menurut data di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Program Studi “Sains Informasi Geografi” ternyata hanya ada 5 di Indonesia, salah satunya ada di Universitas Mahakarya Asia. Kami siap untuk menjawab tantangan dalam pemenuhan tenaga profesional di bidang Geospasia ” pemaparan Kepala Program Studi Sains Informasi Geografi, Lesan Permonojati, S.Si., M.Sc.
Grafik geospasial market di dunia terus naik secara signifikan, grafik pada tahun 2024 mencapai 31,33 miliar dolar dan ditahun 2025 naik mencapai 34,67 miliar dolar. Pada tahun 2034 diperkirakan nilai market akan mencapai 88,01 miliar dolar (polarismarketresearch.com). Secara Nasional, Indonesia masih kekurangan tenaga profesional di bidang Geospasial. Menurut Aris Marfai (Kepala Badan Informasi Geospasial) dalam Kompas.com, data menunjukkan di tahun 2024 masih ada kebutuhan sekitar 16.600 tenaga profesional tersertifikasi yang perlu dipenuhi.
Upaya Program Studi Sains Informasi Geografi untuk meningkatkan sumberdaya akademik salah satunya adalah melalui kolaborasi di sektor Industri. MoU telah dilakukan bersama dengan CV AMX UAV Technology yang merupakan perusahaan manufaktur drone di bidang pemetaan. Pemetaan merupakan salah satu cabang kajian yang dipelajari dalam perkuliahan di Program Studi Sains Informasi Geografi.
MoU diwakili oleh Rektor Universitas Mahakarya Asia, Ir. Tri Atmodjowati, M.M. dan Abdul Majid Achmad Fuad, S.Si., M.Cs. sebagai direktur utama CV AMX UAV Technology. Kolaborasi dilakukan untuk memperkuat riset, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas di dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami para seniman dan profesional mempunyai kemitraan yang baik dengan Kampus ini …siap selalu mendukung event-event selanjutnya! Kami sengaja berakhir pekan mengajak keluarga dan teman menikmati acara sambil menikmati Japan Food Festival” dukung Muhari lawyer sekaligus pemilik Sakura Kanvaz Galery. (DEV)
