YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menerima aspirasi dari para pengusaha jamu rumahan di Yogyakarta, Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat Dewan Jamu, Kamis (23/10/2025) di Tasneem Hotel.
Disampaikan Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. I Nyoman Kertia saat ini masih banyak pengusaha jamu tradisional mengalami kesulitan menutupi kebutuhan hidup karena penjualan yang menurun.
“Mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat pinjaman dengan bunga tinggi dari rentenir,” ujar Prof Nyoman disela kegiatan.
Baca Juga : RSA UGM Resmikan Sejumlah Fasum, Salah Satunya Kedai Jamu
Maka, sambung Prof Nyoman, melalui forum Dewan Jamu ini, pihaknya ingin mencari solusi nyata agar para pelaku usaha jamu tersebut bisa bertahan dan berkembang.
Selain itu, pada kesempatan yang sama juga digelar pelatihan bagi pengusaha jamu, yang bertujuan agar mereka mampu memproduksi jamu yang enak, higienis, dan tahan lama.
“Dan mereka juga belajar strategi pemasaran dan promosi, supaya produk jamu bisa lebih diterima masyarakat modern,” katanya.
Pentingnya diadakan pelatihan ini agar para pengusaha jamu tradisional, terutama jamu gendong bisa menghadapi kendala perekonomian dan pemasaran yang kerap dihadapi.
Dalam kesempatan itu juga diadakan syukuran pembentukan Jogja Husada Sehat yang merupakan sebuah wadah untuk menggerakan jamu di Kota Yogyakarta.
Baca Juga : Dewan Jamu Indonesia DIY Menggelar Rapat di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Ini Yang Dibahas
Melalui kegiatan yang diselenggarakan ini, Prof Nyoman berharap semoga para pengusaha jamu bisa mendapatkan manfaat dan memperoleh kesejahteraan kedepannya.
“Serta masyarakat semakin sehat karena memilih jamu sebagai upaya pencegahan penyakit, bukan hanya menunggu sakit dan minum obat kimia,” katanya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan minum jamu bersama seluruh peserta sebagai simnol kebersamaan dan komitmen menjaga warisan leluhur. (cdr)
