JAKARTA,BERNAS.ID – MWC NU seJakarta Pusat Akan menggelar istighosah dan doa bersama di Kantor PBNU, Jakarta, sebagai bentuk ikhtiar moral di tengah memanasnya dinamika internal pasca munculnya ultimatum sebagian jajaran Syuriah yang meminta Gus Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU. Kegiatan tersebut menjadi ruang peneguhan kembali komitmen menjaga ukhuwah annahdliyah dan merawat keteduhan organisasi.
Istighosah yang akan dipimpin para kiai dan pengurus MWC NU se-Jakarta Pusat, diikuti penggurus dan jamaah yang datang dengan kesadaran menjaga persatuan di tengah merebaknya spekulasi publik atas polemik kepengurusan PBNU.
Ketua MWC NU Tanah Abang, Alit Kustizar, menegaskan bahwa istighosah yang akan diselenggarakan bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan menyerukan agar semua pihak kembali mengutamakan marwah organisasi. Menurutnya, NU bukan ruang kontestasi politik praktis, sehingga setiap dinamika internal harus diselesaikan dengan musyawarah, tabayyun, serta menjauhi narasi yang berpotensi memecah belah warga nahdliyin.
Baca Juga :Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mandek, Korban Menunggu Kepastian Hukum
“MWC NU Jakarta Pusat hadir menggelar istighosah untuk mendoakan keselamatan jam’iyah dan jama’ah. Mari jaga marwah organisasi, jangan sampai NU dibawa pada pertarungan kepentingan yang tidak sesuai khittah,” ujar Alit Kustizar dalam keterangan tertulis. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah hal lumrah, namun harus ditempatkan dalam koridor ahlussunnah wal jamaah yang mengedepankan Tabayyun
Di tengah derasnya opini mengenai posisi Ketua Umum PBNU, Alit Kustizar berharap seluruh warga NU tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, dinamika struktural seharusnya menjadi urusan internal melalui mekanisme konstitusional organisasi, bukan konsumsi publik yang memperkeruh suasana
Ia menambahkan bahwa istighosah ini juga menjadi ajakan agar para pengurus dan kader NU kembali menguatkan peran sosial, dakwah, dan pendidikan. Fokus utama NU, kata Alit Kustizar,adalah menjaga umat dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, bukan larut dalam polemik berkepanjangan.
Baca Juga :Malam Anugerah Talenta, Sejumlah ASN Pemkot Jogja Dapat Penghargaan “Employee of The Year”
Para Penggurs MWC NU Se Jakarta Pusat sepakat dalam kegiatan tersebut bahwa menjaga stabilitas organisasi adalah kunci agar NU dapat terus menjalankan khidmah dengan baik. Istighosah nantinya ditutup dengan doa keselamatan bangsa serta permohonan agar para pemimpin PBNU diberi hikmah dalam menyikapi berbagai tantangan
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MWC NU se-Jakarta Pusat berharap suasana internal NU dapat kembali tenang, dialog terbangun, dan setiap perbedaan dapat diselesaikan secara bijak sesuai tradisi besar Nahdlatul Ulama.(FIE)
