JAKARTA, HarianBernas.com – Persoalan perubahan iklim mesti dijadikan isu sentral pemerintah. Dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan amat terasa. Terlebih, Indonesia menjadi sorotan dunia lantaran komitmennya dalam mengurangi emisi karbon sebanyak 29 persen hingga 2030.
Demikian disampaikan anggota Komisi IV Akmal Pasludin di Komplek Gedung DPR, Kamis (13/10/2016). Indonesia menjadi negara bepengaruh dalam pengurangan emisi karbon. Sebab luas areal hutan Indonesia masuk kategori 10 di dunia.
Data pada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup misalnya, Indonesia tercatat memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia. Namun menjadi kekhawatiran, percepatan penyusutan luasan hutan Indonesia terbilang pesat.
?Sehingga perlu peningkatan kewaspadaan oleh semua pihak terutama pemerintah,?ujarnya.
Komisi tempatnya bernaung membidangi kehutanan, lingkungan hidup, dan pertanian menjadi wajar ketika menyoroti perubahan iklim. Hutan di Indonesia terbilang amat signifikan pengaruhnya dalam perubahan iklim. Ia mendesak pemerintah Indonesia serius menjadikan isu perubahan iklim menjadi prioritas
?Perubahan iklim ini merupakan hal serius negara-negara dunia melalui PBB,? ujarnya.
Politisi PKS itu menilai konefrensi tahunan tentang perubahan iklim acapkali disebut sebagai Conference of the Parties (COP). Setidaknya COP memasuki tahun ke 22 digelar di Maroko.
Paris menjadi negara sebelumnya yang disebut Paris Agreement. Sayangnya, Indonesia belum meratifikasi kesepakatan yang diteken pemerintahan Jokowi di New York pertengahan April lalu.
