JAKARTA, HarianBernas.com – Dengan cara menggergaji terali besi di atas plafon, tujuh tahanan berbagai kasus dikabarkan kabur dari dalam tahanan Kepolisian Sektor Tambaksari Surabaya, Jawa Timur.
Dari informasi yang dihimpun, tujuh tahanan itu kabur pada Senin (17/04/17) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka keluar melalui plafon yang terali besinya digergaji. Belum diketahui pasti dengan peralatan apa tujuh tahanan itu menggergaji terali besi.
Saat ditanyakan kepada Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, Komisaris Polisi Lily Djafar mengenai tahanan kabur tersebut, Lily enggan banyak berkomentar. “Langsung (konfirmasi) ke Bapak Kapolres saja, Mas,” ungkap Lily ketika dikonfirmasi wartawan.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi M Iqbal yang enggan menjelaskan secara detil peristiwa tersebut.
“Nanti saja ya kalau sudah tertangkap (tahanannannya),” ujar Iqbal yang juga dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh wartawan.
Untuk diketahui, di Polsek Tambaksari terdapat 22 orang tahanan, semuanya laki-laki, yang terdiri dari 21 laki-laki dewasa dan 1 anak. Para tahanan yang menghuni sel terdiri dari 17 tahanan kasus kriminal dan 5 tahanan kasus narkoba.
Berikut nama-nama tahanan yang kabur adalah:
- Fadila Arfan (25), warga Dusun Lingkungan Tumpuk, Wlingi, Blitar (kasus penganiayaan)
- Budi Sasmito, warga Jalan Setro, Surabaya (kasus pencurian dengan pemberatan)
- Saiful Haq, warga Jalan Kedung Rukem, Surabaya (kasus narkoba)
- M. Shokib, warga Jalan Kedung Klinter, Surabaya (kasus narkoba)
- Jeffry Margaputra (21), warga Jalan Krampung Tengah, Surabaya (kasus narkoba)
- Ryan Dwi Saputra, warga Perum Graha Asri, Sukodono, Sidoarjo (kasus narkoba)
- Hadi Prabowi, warga Jalan Dukuh Menanggal, Surabaya (kasus narkoba).
