HarianBernas.com ? Untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel, seorang perempuan ditunjuk dan diangkat sebagai hakim (kadi) di pengadilan agama Islam.
Muslimah itu bernama Hana Monsour-Khatib, seorang pengacara keluarga dari kota Tamra mendapat konfirmasi pengangkatannya pada Selasa 25 April 2017 lalu oleh Komite Penunjukan Yudisial, yang mengawasi penunjukan hakim ke semua pengadilan Israel.
Haaretz pada Kamis (27/4/2017) melansir, sembilan anggota komite tersebut, termasuk beberapa dari partai ultra-Orthodox Shas, memilih untuk menyetujui pengangkatannya. Penunjukannya adalah preseden untuk Israel. Wanita Yahudi dilarang menjadi hakim di pengadilan agama. Isu pernikahan dan perceraian di Israel berada di bawah mandat pengadilan agama.
“Sejarah telah dibuat,” kata Issawi Frej, seorang politisi Arab Israel yang mewakili partai Meretz sayap kiri di Knesset dan telah memimpin sebuah kampanye selama dua setengah tahun terakhir untuk mendapatkan wanita Muslim ditunjuk sebagai hakim di Pengadilan syariah
“Ini adalah salah satu momen ketika semua pekerjaan yang Anda lakukan di parlemen terbayar.”
Frej telah mengajukan RUU ke Knesset –parlemen Israel– dua setengah tahun yang lalu. RUU itu mengamanatkan penunjukan wanita ke pengadilan agama Muslim.
RUU tersebut akhirnya dikalahkan di Komite Legislatif Menteri karena mendapat tentangan dari dua anggota ultra-Ortodoks: Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dan Menteri Agama David Azoulay. “Mereka takut itu akan menjadi preseden di pengadilan agama Yahudi,” jelas Frej.
Setelah itu, Frej mendapatkan sebuah janji dari Menteri Kehakiman Ayelet Shaked bahwa dia akan membantunya menghindari Knesset. Shaked, yang mengepalai Komite Yudisial, memenuhi janji tersebut pada hari Selasa.
Aida Touma Suleiman, seorang anggota Knesset dari Joint Arab List mengatakan bahwa keputusan tersebut memberinya rasa lega.
“Selama 20 tahun, organisasi wanita telah berjuang untuk ini,” katanya. “Ini adalah pernyataan bahwa wanita Arab mampu mengisi semua fungsi dan inilah saatnya mengangkat rintangan yang mereka hadapi,” katanya.
