SLEMAN, BERNAS.ID- Pengurus baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Yogyakarta menargetkan ceruk pemilih muda, terutama Generasi Z dalam pada Pileg 2029 mendatang. Untuk menyukseskan target tersebut, terdapat batasan usia maksimal 35 tahun dalam proses kaderisasi, mulai dari badan otonom dan ranting.
Program kaderisasi PKB Kota Yogyakarta yang dilakukan ke depan dengan memasukkan anak-anak muda ke dalam struktural partai di tingkat Kota Yogyakarta. “Kami sudah menggelar empat kali agenda kaderisasi yang diikuti 470 peserta dengan batasan usia maksimal 35 tahun,” kata Solihul Hadi sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Yogyakarta periode 2026-2031, Kamis (11/6).
Solihul pun berani mematok target lebih tinggi untuk meraih lima kursi DPRD Kota Yogyakarta pada Pileg 2029 dengan strategi satu kursi di lima daerah pemilihan (dapil) Kota Yogyakarta. Selain itu, menargetkan satu fraksi atau minimal empat kursi di tataran DPRD Kota Yogyakarta.
Solihul pun meyakini target yang ditetapkan akan tercapai karena PKB sudah mengantongi modal kuat berupa basis suara ideologis di tiga dapil pada pemilu sebelumnya, meski belum menghasilkan kursi. “Strategi menerjunkan caleg-caleg petarung yang mumpuni secara kapasitas maupun kapital,” katanya.
”Bagi saya targetnya adalah kursi. Tidak harus saya yang jadi, yang penting PKB bisa mencapai satu fraksi utuh,” imbuh Solihul.
Dalam pemilihan Ketua PKB Kota Yogyakarta, menerapkan mekanisme baru dengan mengedepankan profesionalitas berbasis data ilmiah, bekerja sama dengan akademisi UGM, serta penilaian performa melalui aplikasi digital internal seperti Simpel. Melalui sistem tersebut, seluruh kinerja anggota legislatif maupun pengurus partai terpantau secara real-time oleh DPP.
“Partai sekarang menggunakan asas profesional, bukan lagi like and dislike. Semua kegiatan dewan terpantau lewat aplikasi. Kalau rapornya merah karena jarang turun ke konstituen, DPP akan memberikan sanksi tegas, termasuk proses Pergantian Antar Waktu (PAW),” tutupnya.
Dalam kepengurusan yang baru, Solihul Hadi, SH, MKn didampingi Rr. Rhetno Arobiatul Jauzak atau Ning Rere sebagai Sekretaris, serta Fadlurrosul sebagai Bendahara. (jat)
